Iran Yakinkan Jepang, Tak Ada Rencana Senjata Nuklir

Iran Yakinkan Jepang, Tak Ada Rencana Senjata Nuklir
Presiden Iran Hassan Rouhani menyambut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Saadabad, di Teheran, Iran, Rabu (12/6/2019) ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 14 Juni 2019 | 06:59 WIB

Teheran, Beritasatu.com- Iran meyakinkan Jepang, bahwa tidak ada rencana memproduksi senjata nuklir. Pemimpin tertinggi Iran mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa tidak ada gunanya untuk mengulang pesan Presiden AS Donald Trump ke Teheran.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (13/6), kunjungan penjaga perdamaian Abe ke Iran dibayangi oleh serangan misterius terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.

Serangan itu adalah insiden terbaru dalam konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran setelah berminggu-minggu pengetatan sanksi AS dan perang kata-kata.

Salah satu tanker terkait perusahaan Jepang. Menteri luar negeri Iran menulis di Twitter bahwa agak "mencurigakan" bahwa serangan itu terjadi saat kunjungan Abe ke Teheran.

Trump mengatakan bahwa ia menghargai kunjungan Abe baru-baru ini ke Iran untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Tetapi ia percaya bahwa terlalu dini untuk memikirkan Amerika Serikat untuk membuat kesepakatan dengan Teheran.

"Mereka belum siap, dan kita juga tidak!," tulis Trump di Twitter.

Jepang adalah salah satu pembeli utama minyak Iran hingga bulan lalu, ketika Washington memerintahkan semua negara untuk menghentikan semua impor minyak Iran atau menghadapi sanksi sendiri.

Abe, yang telah membahas Iran dengan Trump bulan lalu, membawa pesan dari presiden AS. Tetapi secara tegas, Khamenei menolaknya.

Kantor berita VoA melaporkan bahwa Abe memperingatkan akan ada lagi konflik militer di Timur Tengah jika komunitas global tidak lebih sabar dalam upaya meredakan ketegangan yang meningkat antara Amerika dan Iran.

Abe tiba di Teheran pada Rabu (12/6) dalam misi diplomatik guna meredakan permusuhan antara kedua negara yang memicu kekhawatiran konflik baru di kawasan itu.

Setelah bertemu Presiden Hassan Rouhani pada Rabu, kedua pemimpin mengadakan jumpa pers bersama. Dalam konferensi pers, Abe mendesak para pemimpin dunia agar "lebih sabar" atau menghadapi "kemungkinan konflik yang tidak disengaja" yang "harus dicegah dengan cara apa pun".



Sumber: Suara Pembaruan