Di Mana-mana Ada Koperasi, NTT Tetap Provinsi Miskin
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Di Mana-mana Ada Koperasi, NTT Tetap Provinsi Miskin

Kamis, 16 Juli 2020 | 06:00 WIB
Oleh : AB

Oleh: Primus Dorimulu*

Hari Koperasi ke-73 jatuh pada Minggu (12/7/2020), tiga hari sebelum Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka kemiskinan. Rabu (15/7/2020), BPS mengumumkan jumlah penduduk miskin per Maret 2020 sebanyak 26,42 juta, naik, 1,63 juta dari posisi September 2019.

Dalam persentase, penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2020 sebesar 9,76%, naik dari 9,22% pada September 2019. Jika survei dilakukan 15 Juli 2020, jumlah penduduk miskin, kemungkinan besar, sudah di atas 35 juta.

Peringkat penduduk miskin per provinsi tak banyak berubah. Tiga provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar adalah Papua (26,64%) di peringkat pertama, Papua Barat (21,37%) di peringkat kedua, dan NTT (20,90%) di peringkat ketiga.

Provinsi dengan penduduk miskin paling sedikit adalah Bali (3,78%), Kalimantan Selatan (4,38%), DKI Jakarta dan Bangka-Belitung (Babel) sama-sama, 4,53%. Bali adalah provinsi pariwisata dan Babel adalah provinsi tambang yang kini menjadikan pariwisata sebagai leading sector.

BPS sesungguhnya mengategorikan 26,42 juta orang Indonesia sebagai miskin absolut. Mereka adalah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Di atas garis kemiskinan ada kelompok penduduk hampir miskin yang pada Maret 2019 sebanyak 19,91 juta atau 7,45%.

Garis kemiskinan yang digunakan BPS pada survei Maret 2020 adalah Rp 454.652 per kapita per bulan. Garis kemiskinan untuk perdesaan adalah Rp 433.281 dan perkotaan Rp 471.882 per kapita per bulan. Satu keluarga diasumsikan 4,6 orang atau Rp 2,1 juta.

Jumlah penduduk NTT yang berada di bawah garis kemiskinan per Maret 2020 mencapai 1.153.760 atau 20,90% dari total penduduk. Garis kemiskinan untuk perdesaan sebesar Rp 376.212, sedang perkotaan Rp 494.388 per kapita per bulan. Penduduk miskin absolut terbesar berada di perdesaan, yakni 1,040 juta.

Kontribusi terbesar pada garis kemiskinan adalah pengeluaran untuk makanan, yakni 73,86%, sedangkan bukan makanan 26,14%, sedangkan pengeluaran terbesar untuk kelompok makanan adalah belanja beras (25,31%), rokok filter (10,98%), telur (3,72%), daging ayam (2,43%), mi instan (2,12%), dan gula pasir (2,92%). Pengeluaran lain adalah kopi, kue basah, tempe, dan tahu.

Pengeluaran bukan pangan terbesar ialah perumahan (7,50%), bensin (3,37%), listrik (2%), pendidikan (1,25%), dan perlengkapan mandi (1,08%).

Rokok dimasukkan ke kelompok pengeluaran untuk kelompok pangan. Tak jelas apa alasan BPS. Namun, fakta menunjukkan sebagian besar lelaki dewasa di Indonesia memperlakukan rokok seperti makanan yang harus dikonsumsi setiap hari.

Koperasi NTT
Dari sisi jumlah, NTT boleh disebut "Provinsi Koperasi" seperti program pembangunan Gubernur NTT periode 2008-2018 Frans Lebu Raya. Di setiap wilayah ada koperasi. Koperasi ada di mana-mana. Pada 31 Mei 2020, demikian Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi pada Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT Ahmad Abas, Senin, (13/7/2020), jumlah koperasi di NTT 4.189, terdiri atas 3.831 (91,45%) yang aktif dan 358 yang tidak aktif.

Jumlah anggota koperasi di NTT mencapai 2.157.780 orang. Dengan asumsi jumlah penduduk NTT 5,5 juta dan satu keluarga terdiri atas 4,6 orang, maka hampir setiap keluarga ada dua anggota koperasi.

Namun, mengapa jumlah penduduk miskin absolut di NTT mencapai 1,153 juta? Apakah koperasi tidak mampu mengangkat penduduk NTT dari jurang kemiskinan?

Bisa saja pertanyaan tersebut dijawab begini: untung ada koperasi. Jika tidak ada koperasi, jumlah penduduk miskin di NTT bisa saja sudah mencapai 30% atau lebih.

Berbagai jawaban bisa saja disodorkan. Namun fakta menunjukkan jumlah penduduk NTT yang masuk kategori miskin absolut mencapai 20,90%!

Boleh saja orang NTT tidak merasa miskin karena punya kriteria yang berbeda soal kehidupan. Namun, kriteria BPS sudah teruji dan diterima masyarakat Indonesia dan dunia. Berbagai kajian ilmiah dan kebijakan pemerintah menggunakan angka BPS.

Tidak ada yang salah dengan koperasi sebagai badan usaha. Apalagi koperasi sudah terbukti sukses di berbagai negara dan bagi Indonesia. Koperasi adalah badan usaha yang sesuai dengan semangat gotong royong dan jati diri bangsa.

Ada sejumlah koperasi di NTT yang sukses. Hanya saja, jumlahnya terlalu sedikit. Jauh lebih banyak koperasi yang tidak dikelola dengan baik. Para anggota koperasi tidak mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) yang cukup.

Modal usaha koperasi di NTT per 31 Mei 2020, kata Ahmad Abas, sebesar Rp 140,7 miliar dengan omzet Rp 10,5 triliun. Jumlah anggota koperasi mencapai 2.157.789 orang dan memberikan lapangan kerja kepada 13.310 orang. Koperasi di NTT didominasi oleh koperasi konsumen dengan jumlah 2.150, disusul koperasi simpan pinjam (KSP) 1.442, koperasi produsen 481, dan koperasi jasa 82.

Ahmad Abas tidak membantah kenyataan akan rendahnya SHU yang diterima anggota koperasi. Salah satu penyebabnya adalah pengelolaan koperasi yang tidak menjalankan good governance, yakni transparansi, fairness, akuntabilitas, responsibilitas, dan ekualitas. Banyak koperasi yang tidak membuat laporan keuangan dan tidak menyelenggarakan rapat anggota tahunan (RAT).

Namun, ada sejumlah koperasi yang lumayan bagus, seperti Kopdit Swastisari. Koperasi ini memiliki unit usaha perdagangan bahan kebutuhan pokok dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contoh lain koperasi di NTT yang sukses adalah KSP Kopdit Aneka Karya dan KSP Kopdit Obor Mas.

Menjadi Solusi
Setiap rumah tangga di NTT sudah menjadi anggota koperasi, bahkan separuh keluarga di provinsi ini menjadi anggota dua koperasi. Namun, fakta menunjukkan bahwa koperasi di NTT belum menjadi badan usaha yang mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat.

Setiap pengumuman BPS tentang angka kemiskinan, NTT selalu berada di nomor buncit, peringkat ketiga atau keempat dari bawah. Gorontalo yang pada masa lalu sering bertukar peringkat dengan NTT, kini sudah membaik. Pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin di Gorontalo turun ke 15,22%.

Koperasi di NTT membutuhkan pelatihan dan pendampingan agar pengelolaan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Pencatatan, laporan keuangan yang benar, dan RAT adalah sesuatu yang wajib dilakukan setiap koperasi.

Koperasi berbasis komunitas di berbagai sektor adalah pilihan yang sudah teruji sukses. Para petani padi, misalnya, bergabung dalam koperasi agar mendapatkan bibit hingga harga jual yang baik. Para petani sayur-mayur, peternak sapi, dan nelayan, masing-masing, bargabung dalam koperasi. Setiap koperasi memiliki jaringan yang bagus dari produksi hingga pemasaran. Setiap koperasi memiliki lapak di pasar dan rantai pasok yang solid.

Dinas Koperasi di daerah hendaknya tidak saja berhenti pada pemberian izin, melainkan memberikan pelatihan dan pendampingan secara rutin. Hanya dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, koperasi di NTT bisa mengangkat anggota koperasi dari jurang kemiskinan.

Koperasi sukses, rakyat NTT terbebas dari kemiskinan.

*Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings



TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rumah Belajar Diakses 157 Juta Pengguna

Data pencapaian platform Rumah Belajar ini bertambah sejak sekolah melaksanakan kegiatan belajar dari rumah (BDR) pada masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Perkuat Link and Match, Mendikbud Luncurkan Rumah Vokasi

Rumah Vokasi diharapkan dapat memberikan masukan, rekomendasi, dan fasilitas dalam pengembangan pendidikan vokasi.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Gagal Ikut UTBK SBMPTN Tahap 1, Puluhan Ribu Peserta Diperbolehkan Ikut Tahap 2

Terdapat enam pusat UTBK yang batal melaksanakan ujian tahap satu karena dilarang oleh Gugus Tugas Covid-19 setempat.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Pemanfatan Sumber Daya Laut Dianggap Belum Optimal

Pengelolaan sumber daya alam Indonesia di wilayah pesisir dan laut merupakan hal penting.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Gunung Merapi Keluarkan Guguran Malam ini

Lokasi pasti terjadinya guguran Gunung Merapi belum terlihat karena terkendala cuaca.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Kualitas Pendidikan Jadi Fokus Utama di Masa Pandemi

CQUniversity dan Universitas Bakrie kembali berkolaborasi untuk menawarkan program studi sarjana di Jakarta.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Lima Provinsi Ini Dinilai Baik dalam Penanganan Pengendalian Covid-19

Apresiasi terhadap lima provinsi dalam pengendalian Covid-19 itu disampaikan Jokowi dalam pengarahan dan pertemuan dengan gubernur se-Indonesia di Istana Bogor.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Siti Nurbaya Terima Penghargaan atas Keteladanan dan Peran Serta Mendorong Kepatuhan Pajak

Terpilihnya Siti Nurbaya sebagai tokoh yang taat pajak diharapkan menjadi inspirasi keteladanan bagi masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Polri Keluarkan Surat Bebas Covid-19 untuk Djoko Tjandra

Dalam surat itu ditulis pekerjaan Djoko sebagai: Konsultan Biro Korwas PPNS beralamat Trunojoyo nomor 3 dari kesatuan Bareskrim dengan hasil rapid test negatif

NASIONAL | 15 Juli 2020

Datangi Istana, Masyarakat Dayak Dukung RUU PIP

Kepala BPIP mengapresiasi dukungan dari masyarakat adat Dayak. Hal ini membuktikan kalau Pancasila menyatukan semua warga bangsa.

NASIONAL | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS