Mayoritas Pemilik Lahan Dukung Pembangunan Pabrik Semen di Manggarai Timur
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Mayoritas Pemilik Lahan Dukung Pembangunan Pabrik Semen di Manggarai Timur

Senin, 22 Juni 2020 | 10:50 WIB
Oleh : Willy Grasias / AB

Ruteng, Beritasatu.com – Mayoritas pemilik lahan di Kampung Luwuk dan Lengko Lolok di Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mendukung pembangunan pabrik semen dan penambangan gamping di wilayahnya. Mereka bersedia menjual kebun dan sawahnya kepada investor untuk pembangunan pabrik dan penambangan.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun Beritasatu.com, rencana pendirian pabrik semen oleh investor dari Tiongkok melalui PT Singa Merah NTT hanya ditentang sebagian kecil pemillik lahan. Sebagian besar pemilik lahan bersedia menjual lahannya kepada investor karena mendapatkan keuntungan ekonomi.

Luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun pabrik semen mencapai 130 hektare, terdiri dari 124 hektare kebun yang dimiliki 45 keluarga dan 6 hektare sawah yang dimiliki 17 keluarga petani. Dari jumlah tersebut, hanya dua pemilik kebun dan lima pemilik sawah yang menolak menjual lahannya.

Kemudian, lahan yang dibutuhkan untuk penambangan gamping sebagai bahan baku utama pembuatan semen mencapai 505 hektare yang dimiliki 103 keluarga. Dari jumlah tersebut, hanya dua keluarga yang menolak menjual lahannya.

Salah satu pemilik sawah, Vinsen Kasim (57), yang ditemui Beritasatu.com, Jumat (19/6/2020), menyatakan lahan yang dimilikinya tidak produktif, sehingga dirinya menerima tawaran untuk menjual tanah tersebut.

“Dari lahan yang ada di kampung ini, milik saya paling banyak. Namun, bercocok tanam di daerah bebatuan kapur ini tidak menjanjikan. Akhirnya saya membiarkan lahan itu telantar,” katanya.

Dari 17 pemilik sawah di lokasi tersebut, lanjutnya, 12 pemilik bersedia menjual tanah mereka karena harga yang ditawarkan sangat menarik yang tidak mungkin didapat apabila tetap dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

“Kami tidak bodoh. Kami sudah menghitung untung dan rugi dari keputusan kami. Kalau lima keluarga itu enggan menjual sawahnya ke pabrik semen, itu hak mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Satar Punda, Fransiskus Hadilaus mengatakan pihaknya menghormati apa pun keputusan masyarakat, karena rencana pembangunan pabrik dan penambangan menggunakan lahan milik masyarakat.

“Pemerintah Desa selalu mendukung apa pun yang menjadi keputusan masyarakat. Apabila ada yang terima maupun tidak terima kehadiran pabrik, itu hak mereka,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Moeldoko Lantik Lima Deputi KSP yang Ditetapkan Jokowi

Ada beberapa sektor yang harus menjadi perhatian para deputi

NASIONAL | 22 Juni 2020

Menteri LHK Gelar Diskusi Virtual dengan Anak-anak Pejuang Lingkungan

Siti Nurbaya mengapresiasi anak-anak Indonesia yang memanfaatkan waktu di rumah saja selama pandemi Covid-19 untuk kegiatan positif.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Pembukaan Pondok Pesantren di Jambi Belum Mendapat Persetujuan Gubernur

Untuk itu semua kegiatan pendidikan, termasuk di ponpes harus sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 22 Juni 2020

PLN Pastikan Petugas Catat Meter Turun Langsung ke Rumah

Baca meter mandiri melalui aplikasi WA PLN 123 dengan nomor 08122123123

NASIONAL | 22 Juni 2020

Polda Metro Jaya Benarkan Tangkap John Kei

Polisi menciduk JK dan C, serta 20 orang lainnya.

NASIONAL | 22 Juni 2020

DPR Minta Kemdikbud Keluarkan Petunjuk Teknis Relaksasi Pendidikan

Juknis relaksasi pembelajaran ini agar siswa dan guru tetap survive menjalani proses belajar mengajar, tetapi tidak memaksakan ketuntasan kurikulum.

NASIONAL | 21 Juni 2020

FSGI: Belajar Jarak Jauh Offline Masih Minim Perhatian

Bberdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan FSGI, 40% guru mengeluhkan kendala PJJ berbasis luring, terkait akses, kapasitas, dan kesejahteraan guru.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Lapan: Indonesia Hanya Bisa Amati Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari cincin yang terjadi pada Minggu (21//20206) hanya terlihat di Indonesia sebagai gerhana matahari sebagian.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Rapid Test, 79 Wisatawan di Puncak Reaktif Covid-19

Tes cepat Covid-19 dilakukan guna mengetahui sebaran kasus yang disebabkan paparan luar Bogor.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Ini Protokol Kesehatan di Pasar dari Kementerian Kesehatan

Pasar menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 sehingga memerlukan protokol kesehatan bagi masyarakat yang tengah beraktivitas di sana.

NASIONAL | 21 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS