Salah Sasaran, Larangan Dine In di Mal
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Salah Sasaran, Larangan Dine In di Mal

Sabtu, 26 September 2020 | 07:38 WIB
Oleh : Anselmus Bata / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang melarang pengunjung makan di restoran dan kafe (dine in) yang berada di mal dinilai salah sasaran.

Hal tersebut disampaikan pemilik restoran Ikkudo, Ramen Ya!, dan Sumoboo!, Yansen Salim yang dihubungi Beritasatu.com, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya, pengelola restoran atau kafe dan juga pengelola mal telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebaliknya, tempat makan di pinggir jalan dan warung-warung tetap beroperasi, padahal tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Kebijakan ini salah sasaran! Mal kan bukan klaster penyebaran Covid-19. Pengunjung yang masuk mal, suhu tubuhnya diukur terlebih dahulu, demikian juga saat masuk restoran. Kami yang sudah menjalankan protokol kesehatan ketat dilarang, tetapi yang di pinggir jalan malah dibiarkan,” ujarnya.

Sejak Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan PSBB, Yansen mengaku telah menutup sebagian besar restorannya di mal-mal di Jakarta. Akibatnya, ratusan karyawan terpaksa dirumahkan.

“Kita sudah enggak punya omzet lagi dan utang menumpuk,” katanya.

Yansen menyatakan sedikit lega ketika Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan PSBB transisi. Ketika itu, pengunjung tetap boleh menikmati makanan dan minuman di restoran, meski kapasitasnya dibatasi maksimal 50%. Selama masa PSBB transisi, omzetnya bisa mencapai 40%-50% kondisi normal, sehingga masih bisa menggaji karyawan dan membayar sewa tempat di mal.

“Sekarang ini omzet kurang dari 10% dari normal dan kami pengusaha restoran rugi miliaran rupiah per bulan,” katanya.

Menurutnya, kebijakan PSBB yang diberlakukan saat ini masih setengah hati, karena mal tetap diizinkan buka, tetapi restoran dan kafe tidak boleh menerima pengunjung yang ingin makan di tempat tersebut.

“Daya tarik mal itu adalah orang bisa makan, minum, atau untuk bertemu. Sekarang ini sepi karena orang tidak bisa makan dan minum,” katanya.

Untuk mengatasi keterpurukan saat ini, dia menyarankan Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB transisi atau apabila ingin kasus positif Covid-19 menurun drastis, PSBB total diberlakukan selama sebulan, sehingga semua orang berada di rumah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSI Dorong Bansos dalam Bentuk BLT

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong agar pemberian bantuan sosial (bansos) dilakukan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT)

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Praktik Aborsi di Percetakan Negara, Klinik dan Dokter Tidak Miliki Izin

Klinik hingga dokter di Jalan Percetakan Negara III yang melakukan patik aborsi ilegal tidak mengantongi izin.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Positif Covid-19

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, dilaporkan positif terinfeksi Covid-19. Rudy dinyatakan positif berdasarkan hasil tes secara mandiri.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Kantor Nomor 1, Mal Urutan 10

Perkantoran menjadi penyumbang terbesar terjadinya kasus Covid-19 di Jakarta, sementara klaster mal berada di posisi paling buncit atau urutan ke-10.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Mudahkan Masyarakat, Kota Depok Miliki Anjungan Dukcapil Mandiri

Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) memudahkan masyarakat dalam mengakses dokumen kependudukan.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Proses Aborsi di Klinik Jalan Percetakan Negara Hanya 5 Menit

Pada reka ulang terungkap kalau proses aborsi hanya berlangsung selama 5 menit saja.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Klaster Panti Asuhan Tangerang Berasal dari Pasien Tanpa Gejala

Dari hasil tracing, mereka tertular dari salah satu pengasuhnya yang terpapar tapi tanpa gejala.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Tilang Elektronik Sistem ETLE Resmi Diluncurkan di Depok

Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik resmi diluncurkan di Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (25/9/2020)

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Ini Kriteria Warga Tidak Layak Daftar DTKS di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menetapkan warga yang tidak masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial di Ibu Kota.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Larangan Dine In, Omzet Restoran Melorot

Saat kembali ke PSBB, omzet turun hingga 70% dibandingkan kondisi normal.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS