Link Net Bagi Dividen Rp 178,80 Per Saham
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Link Net Bagi Dividen Rp 178,80 Per Saham

Rabu, 10 Juni 2020 | 21:13 WIB
Oleh : Abdul Aziz / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan PT Link Net Tbk (LINK) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 491,99 miliar atau 55% dari laba bersih tahun buku 2019. Dengan demikian, pemegang saham Link Net akan menikmati dividen Rp 178,80 per saham.

”Sesuai resolusi yang disetujui, para pemegang saham Link Net akan menerima dividen yang memberikan keuntungan hampir 7% dari harga saham saat ini,” ujar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Link Net, Marlo Budiman dalam keterangan resmi seusai RUPS tahunan perseroan di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurut Marlo, selain membukukan kinerja yang meyakinkan sepanjang tahun silam, Link Net mendapat tambahan yang signifikan dari program pembelian kembali (buyback) saham pada 2019 hingga awal 2020.

“Sejak Maret 2019 hingga akhir Maret 2020, perseroan telah mem-buyback 160,16 juta saham dengan total harga Rp 615 miliar,” tuturnya.

Marlo Budiman mengungkapkan, RUPS tahunan Link Net juga menyetujui penunjukan Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernst & Young) sebagai auditor perseroan. “EY memiliki reputasi yang kuat secara internasional, dengan nama yang mencerminkan tata kelola perusahaan yang baik. Kami berharap dapat bekerja sama dengan EY pada 2020 dan seterusnya,” katanya.

Di sisi lain, kata Marlo, para pemegang saham menyambut antusias program opsi kepemilikan saham karyawan (employee stock option program/ESOP) dan opsi kepemilikan saham manajemen (management stock option program/MSOP).

Dia menambahkan, ESOP dan MSOP diberikan guna lebih menyamakan key performance indicator (KPI) manajemen dan karyawan dengan pemegang saham.

“Dalam program tersebut, jajaran manajemen dan karyawan senior akan diberikan sejumlah saham sebagai bagian dari remunerasi yang mengacu kepada KPI yang dicapai dan pedoman harga saham,” paparnya.

Dengan auditor terkemuka yang dikenal memiliki tata kelola perusahaan yang sangat baik, Marlo Budiman optimistis KPI manajemen bakal kian sejalan dengan pemegang saham, terutama setelah persetujuan program MSOP dan ESOP.

“Ini semua merupakan berita baik bagi para pemegang saham,” ucapnya.

Ganti Direktur dan Komisaris
Agenda lainnya yang disetujui dalam RUPS tahunan Link Net, menurut Marlo, adalah masuknya profil baru di jajaran direksi dan komisaris. Alexander Rusli, mantan CEO PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT), masuk sebagai komisaris independen menggantikan Bintan Regen Saragih yang masa jabatannya telah berakhir.

Alexander Rusli menjabat CEO Indosat pada 2012-2017. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota dewan pada salah satu perusahaan menara telekomunikasi di Indonesia, Protelindo (TOWR) pada 2018-2019. Alexander Rusli kini menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan anggota Dewan Komisaris PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Selain di jajaran komisaris, jajaran direksi Link Net mengalami perubahan, menyusul masuknya Victor Indajang sebagai Deputy CEO dan Chief Operations Officer (COO), menggantikan Desmond Poon yang masa jabatannya telah berakhir. Victor memiliki pengalaman sebagai manajemen senior dan operasional bisnis yang sangat luas di bidang perbankan, teknologi, media, dan telekomunikasi (TMT), serta fintech. Ia pernah menjabat sebagai eksekutif senior dalam kegiatan operasional Citibank Indonesia (1996 -2009).

Pada 2009, Victor direkrut Link Net untuk menempati posisi direktur operasional (2009-2015). Pada 2016, ia bergabung dengan perusahaan fintech, Kartuku, sebagai direktur operasional dan executive vice president pada Commonwealth Bank hingga 2018.

“Link Net dengan senang hati menyambut kembali Bapak Victor,” tutur Marlo.




BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tunggu Pengumuman The Fed, Wall Street Dibuka Mixed

Dow Jones Industrial Average turun 0,28 persen, indeks S&P 500 naik 0,07 persen, dan Nasdaq naik 0,75 persen.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Tidak Netral soal Hong Kong, HSBC dan Standard Chartered Dikritik Investor

Aviva Investors, salah satu dari 20 pemegang saham terbesar di HSBC dan Standard Chartered, mengkritik kedua bank tersebut karena mendukung Tiongkok.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Pandemi Memperkuat Bisnis Berbasis Investasi Hijau

Model bisnis ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperkuat sistem dan daya dukung.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Transaksi Keuangan

Nasabah BRIsyariah dapat memeriksa history transaksi di aplikasi mobile BRIS Online.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Pemerintah Berencana Pindahkan Pengembangan Kawasan Industri Brebes ke Batang

Lahan seluas 4.000 hektare di Batang akan dikonversi menjadi kawasan industri.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Survei: Mayoritas Masyarakat RI Beralih ke Pembayaran Nontunai

Survei ini bertujuan memperoleh gambaran bagaimana perilaku konsumen Indonesia berubah menghadapi tantangan saat ini.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Ekonomi RI Belum Rebound

Selama vaksin Covid-19 belum ditemukan, pelaku usaha harus tetap waspada karena perekonomian bisa kembali jatuh.

EKONOMI | 10 Juni 2020


Produk Industri Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Kemperin terus pacu daya saing industri.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Faisal Basri: Rupiah Menguat Karena Quantitave Easing

“Rupiah yang menguat adalah refleksi dari pasokan dolar yang meningkat luar biasa masuk ke Indonesia..dari utang, global bond itu," kata Faisal Basri.

EKONOMI | 10 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS