LPS Akan Diberikan Kewenangan Terbitkan Surat Utang
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

LPS Akan Diberikan Kewenangan Terbitkan Surat Utang

Rabu, 1 April 2020 | 12:20 WIB
Oleh : Abdul Aziz / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan diberi kewenangan untuk menerbitkan sendiri surat utang kepada investor dengan menggunakan mekanisme pasar.

“Kewenangan itu akan dituangkan dalam peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yang segera diterbitkan pemerintah,” ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Menurut Halim, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS memberikan kewenangan kepada LPS untuk mendapatkan dana dari pihak lain. Namun, definisi pihak lain belum dijelaskan secara terperinci.

“Nanti yang dimaksud dengan pihak lain itu akan diatur dalam perppu,” tuturnya.

Selain bisa menerbitkan surat utang sendiri atas nama LPS, kata Halim, LPS kelak bisa mendapatkan utang dari pemerintah, di antaranya melalui penerbitan surat berharga negara (SBN), untuk memperkuat dana penjaminan LPS.

Berdasarkan UU LPS, dana pejaminan LPS diperoleh antara lain dari 0,2% rata-rata simpanan perbankan, penjualan bank yang disehatkan, dari pemerintah jika modalnya di bawah Rp 4 triliun, dan dari pihak lain yang belum diatur perinciannya.



TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siang Ini, Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 16.325-Rp 16.457 per dolar AS.

EKONOMI | 1 April 2020

187 Saham Naik, IHSG Sesi Siang Menguat ke 4.555

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 31.781 miliar saham senilai Rp 3,555 triliun.

EKONOMI | 1 April 2020

Selamatkan Warga di Desa, Presiden Jokowi Diminta Bentuk Bank Pangan

Dengan adanya bank pangan setiap desa atau kelurahan secara mandiri menyiapkan kebutuhan pangan dengan mengutamakan penyerapan hasil pangan di wilayahnya.

EKONOMI | 1 April 2020

Masih Terkendali, Inflasi Maret 0,10%

Inflasi tahun kalender berjalan (Januari–Maret) 2020 sebesar 0,76 persen.

EKONOMI | 1 April 2020

Skenario Terburuk, Konsumsi Rumah Tangga Hanya Tumbuh 1,6%

Pengeluaran konsumsi rumah tangga tadinya ditargetkan di APBN tumbuh 5% sebagai komponen pembentuk PDB.

EKONOMI | 1 April 2020

Menkeu: Imbas Corona Investasi Bisa Merosot Minus 4%

Konsumsi domestik diperkirakan tumbuh 3,2 persen hingga 1,6 persen.

EKONOMI | 1 April 2020

Bursa Tertekan, Bumi Benowo Incar Dana IPO Rp 156 M

Sebesar 75 persen dana IPO untuk membeli tanah seluas 58.719 m2 di Kebomas, Gresik.

EKONOMI | 1 April 2020

Menkeu: Skenario Terburuk, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 0,4%

Pemerintah memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini hanya akan tumbuh 2,3 persen, bahkan untuk skenario terburuk, perekonomian bisa minus 0,4 persen.

EKONOMI | 1 April 2020

Rupiah Pagi Ini di Zona Merah

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 16.325 - Rp 16.3402 per dolar AS.

EKONOMI | 1 April 2020

Dibuka, IHSG Menguat ke Zona Hijau

Pukul 09.15 WIB, indeks harga saham gabungan naik 49,3 poin (1,08 persen) menjadi 4.587.

EKONOMI | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS