Operator Telekomunikasi Minta Pemerintah Beri Potongan Setoran USO
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Operator Telekomunikasi Minta Pemerintah Beri Potongan Setoran USO

Jumat, 27 Maret 2020 | 09:38 WIB
Oleh : Imam Suhartadi / Anselmus Bata

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah pusat melalui Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa tanggap darurat bencana Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Seluruh sumber daya negara yang ada dikerahkan untuk bahu-membahu mendukung program pemerintah dalam mengurangi dampak penyebaran Covid-19, tak terkecuali perusahaan telekomunikasi nasional.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh operator telekomunikasi untuk mendukung program pemerintah di masa tanggap darurat bencana Covid-19 khususnya dalam menyediakan akses telekomunikasi bagi masyarakat yang kerja dan belajar dari rumah.

Operator telekomunikasi seluler dan fixed line diminta pemerintah untuk menyediakan layanan telekomunikasi yang andal, seperti menambah kapasitas jaringan yang dimiliki dan memastikan layanan purnajual, seperti ketersediaan voucer di masyarakat tidak tersendat. Bahka, demi mendukung program pemerintah mengurangi penyebaran Covid-19, beberapa operator telekomunikasi memberikan layanan tambahan bebas kuota data untuk mengakses situs-situs pendidikan dan situs kerja dari rumah.

Di sisi lain, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang merupakan badan layanan umum (BLU) mengirim surat tagihan kepada seluruh operator telekomunikasi untuk segera membayar kontribusi kewajiban pelayanan universal (KPU) atau universal service obligation (USO). Langkah yang dilakukan Bakti sesuai dengan regulasi yang ada.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), Muhammad Arif Angga, melalui keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020), menilai waktu pengiriman tagihan tersebut tidak tepat. Seharusnya Bakti dapat mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan insentif kepada industri telekomunikasi yang sudah mendukung program Presiden Joko Widodo dalam masa tanggap darurat bencana Covid-19.

"Seharusnya Bakti dan pemerintah dapat memberikan insentif berupa penundaan atau diskon pembayaran setoran USO, pengurangan pajak penghasilan dan pemotongan pajak pertambahan nilai. Pemberian insentif kepada dunia usaha yang dilakukan pemerintah bukan hal yang tabu dalam kondisi tanggap darurat bencana Covid-19," katanya.

Menurutnya, insentif juga dibutuhkan pelaku usaha telekomunikasi, karena menjadi penopang program pemerintah dalam work from home dan belajar dari rumah.

"Saat ini semua orang work from home dan belajar dari rumah. Semua membutuhkan layanan telekomunikasi. Industri telekomunikasi saat ini yang menjadi tulang punggung program pemerintah. Tanpa adanya operator telekomunikasi, kegiatan dan program pemerintah tak akan berjalan. Namun sayangnya kami tidak diberikan insentif. Justru saat ini kita diminta memberikan insentif kepada masyarakat,” kata Angga.

Ketika pemerintah meminta operator telekomunikasi membantu masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi tanggap darurat bencana Covid-19, lanjutnya, Bakti atau pemerintah seharusnya juga dapat memberikan timbal balik dengan membantu industri telekomunikasi melalui pemberian insentif.

Meski ada potensi kenaikan traffic dari program work from home dan belajar dari rumah, kenyataannya hampir seluruh operator telekomunikasi sudah mengalami penurunan omzet penjualan. Bahkan, ada yang sudah merugi beberapa tahun lalu sebelum merebaknya Covid-19.

Dengan kondisi tersebut, kata Angga, industri telekomunikasi sangat menantikan insentif dari pemerintah, seperti yang diberikan pemerintah kepada sektor penerbangan dan pariwisata.

“Kita sudah beberapa kali meminta insentif kepada pemerintah. Namun permintaan kami tak digubris pemerintah, padahal dalam kondisi tanggap darurat bencana Covid-19 ini, operator telekomunikasi menjadi garda depan dalam mendukung program pemerintah. Namun kenyataannya kami tak mendapatkan insentif apa pun. Minimal kita meminta pemerintah dapat memberikan potongan setoran USO untuk setengah tahun. Itu sangat membantu operator telekomunikasi,” ujar Angga.

Direktur Utama Smartfren Telecom Merza Fachys mengapresiasi pemerintah jika benar memberikan insentif kepada industri telekomunikasi. Program work from home dan belajar dari rumah memberikan kenaikan traffic, tetapi belum mampu menutupi tekanan industri telekomunikasi beberapa tahun ke belakang akibat hadirnya layanan over the top.

“Jangan dianggap operator telekomunikasi saat ini berpesta dengan kenaikan traffic akibat kebijakan pemerintah work from home dan belajar dari rumah. Kita justru sudah sengsara jauh sebelum Covid-19 karena tergerus OTT. Operator telekomunikasi sudah membantu pemerintah menghadapi Covid-19 dengan cara kita. Selain memberikan jaminan kualitas jaringan, cara lain yang diberikan operator telekomunikasi dalam membantu pemerintah menghadapi Covid-19 adalah memberikan gratis akses layanan kepada aplikasi belajar online," tutur Merza.

 



Sumber:


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Ini Sentimen Penggerak IHSG Hari Ini

Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu oleh penguatan rupiah dan naiknya saham AS pada penutupan Kamis berpeluang terjadi lagi hari ini.

EKONOMI | 27 Maret 2020

IHSG Dibuka Langsung Melesat 7%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 18,37 persen ke kisaran 4.660,95 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (27/3/2020).

EKONOMI | 27 Maret 2020

Bursa Asia Dibuka Positif Ikuti Pergerakan Wall Street

Bursa Asia dibuka menguat mengikuti pergerakan Wall Street yang sebelumnya ditutup menguat ditopang stimulus AS US$ 2 triliun menghadapi dampak virus corona.

EKONOMI | 27 Maret 2020

Permintaan Lemah, Harga Minyak Mentah Dunia Turun Lagi

Harga minyak mentah dunia berjangka jenis West Texas Intermediate turun 7,7 persen (1,89 persen) ke US$ 22,6 per barel.

EKONOMI | 27 Maret 2020

Bursa Eropa Ditutup Menguat Ditopang Sentimen Stimulus Paman Sam

Bursa Eropa bergerak menguat pada penutupan perdagangan Kamis (26/3/2020) ditopang sentimen RUU stimulus AS menghadapi virus corona senilai US$ 2 triliun.

EKONOMI | 27 Maret 2020

Wall Street Ditutup Menguat 3 Hari Berturut-turut

Wall Street ditutup menguat tiga hari berturut-turut pada hari Kamis (26/3/2020) berkat stimulus US$ 2 triliun yang mampu redam dampak virus corona.

EKONOMI | 27 Maret 2020

Visa Dukung Pemberdayaan Pelaku Usaha Perempuan

Jumlah pelaku usaha perempuan di seluruh dunia meningkat lebih cepat.

EKONOMI | 26 Maret 2020

AP II Sediakan Fasilitas Walk Through Disinfection di 16 Bandara

Fasilitas WTD merupakan salah satu upaya AP II dalam menangkal penyebaran virus corona.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Perang Lawan Corona, Stimulus Fiskal Superkuat Ditagih

Pemerintah akan merevisi total struktur APBN 2020, termasuk membuka opsi pelebaran defisit menjadi di atas 3% dari produk domestik bruto.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Inaca: Tanpa Insentif, Maskapai Terancam Bangkrut

Sejak awal Maret 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis.

EKONOMI | 26 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS