Positif Covid-19, Presiden Brasil Merasa Baik-baik Saja

Positif Covid-19, Presiden Brasil Merasa Baik-baik Saja
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 9 Juli 2020 | 06:31 WIB

Sao Paulo, Beritasatu.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pada Rabu (8/7/2020) bahwa dirinya baik-baik saja setelah tertular virus corona (Covid-19). Dia juga memuji obat yang tidak terbukti menyembuhkan gejala ringannya.

"Saya baik-baik saja, merasa normal," kata Bolsonaro.

Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (7/7/2020) dan bergabung dengan sedikit pemimpin dunia yang telah terserang penyakit ini seperti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Tetapi diagnosa tersebut tampaknya tidak banyak mengubah pandangan mantan kapten tentara berusia 65 tahun tentang penyakit tersebut, yang sebelumnya dia anggap sebagai "flu kecil."

Pada Selasa malam, Bolsonaro mengatakan dia sudah merasa jauh lebih baik ketika minum dosis hidroksikloroquine ketiga.

Baca juga: Remehkan Covid-19, Presiden Brasil Dinyatakan Positif

Hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung kemanjuran obat anti-malaria itu untuk menyebuhkan Covid-19. Namun Bolsonaro, seperti rekannya Presiden AS Donald Trump, telah menyatakan sebagai obat potensial.

"Bagi mereka yang tidak setuju terhadap hydroxychloroquine tetapi tidak memberikan alternatif, saya benci mengatakan bahwa saya melakukannya dengan sangat baik dan, syukurlah, saya masih akan hidup lebih lama," tulis Bolsonaro di akun Twitternya Rabu.

Agenda publik presiden adalah melakukan empat konferensi video dengan pejabat senior pemerintah, termasuk Menteri Pertahanan Fernando Azevedo.

Dengan 1,6 juta kasus yang dikonfirmasi, Brasil memiliki wabah corona terburuk di luar Amerika Serikat (AS). Covid-19 telah membunuh lebih 66.000 orang di negara terbesar di Amerika Latin itu.

Penanganan Bolsonaro terhadap krisis telah menuai kritik dari para ahli kesehatan masyarakat ketika dia melawan upaya negara dan kota untuk memaksakan jarak sosial, dengan alasan bahwa kerusakan ekonomi akan lebih buruk daripada penyakit itu sendiri.

Baca juga: Belum Sebulan, Menkes Brasil Mengundurkan Diri

Dia telah memecat dua menteri kesehatan selama pandemi. Keduanya adalah dokter, dan menggantinya dengan jenderal militer yang bertugas aktif secara sementara.



Sumber: Reuters