Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui 1,5 Juta Saat Bisnis Dibuka Kembali

Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui 1,5 Juta Saat Bisnis Dibuka Kembali
Petugas medis mengambil sampel darah dari warga yang diduga terpapar virus Covid-19, di Sao Paulo, Brasil, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 4 Juli 2020 | 05:39 WIB

Sao Paulo, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan Brasil pada Jumat (3/7/2020) mengatakan ada 42.223 kasus virus corona (Covid-19) baru dalam 24 jam terakhir, sehingga menjadikan total 1.539.081, wabah terburuk kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Sementara jumlah kematian akibat virus naik 1.290 menjadi 63.174.

Kenaikan kasus baru ketika kota-kota di negara itu membuka kembali bar, restoran dan gym sehingga memicu kekhawatiran infeksi terus meningkat.

Baca juga: Angka Positif Covid-19 Brasil Tembus Satu Juta

Di Rio de Janeiro, orang banyak berkumpul untuk minum di trotoar lingkungan sisi pantai kelas atas pada Kamis malam. Sementara bar malam pertama di kota itu diizinkan untuk dibuka kembali.

Foto-foto pesta pora di Leblon, di mana sejumlah orang mengenakan masker berkerumun dan berdekatan, menjadi viral di media sosial yang mengundang kecaman dan keprihatinan. "Tragedi yang diramalkan," tulis David Miranda, anggota kongres federal untuk Rio, di Twitter di atas gambar trotoar yang ramai. Dia mengkritik Wali Kota Marcelo Crivella.

"Keputusan Crivella untuk membuka bisnis akan mendatangkan biaya tinggi," tambahnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Dunia Tembus 11 Juta

Dalam sebuah pernyataan melalui email, kantor Crivella mengatakan penegak hukum setempat telah meminta beberapa perusahaan untuk menutup pada Kamis karena aturan kesehatan masyarakat melarang pengumpulan orang banyak, minum di luar bar.

Di Rio saja, lebih 6.600 orang telah meninggal karena Covid-19 dalam empat bulan terakhir. Hanya 14 negara di dunia yang memiliki angka kematian lebih tinggi dari kota. Kapasitas unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit umum sudah mencapai 70 persen.

Sao Paulo, kota terbesar dan paling parah di Brazil, diperkirakan akan membuka bar dan restoran minggu depan.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro banyak dikritik oleh para ahli kesehatan karena meremehkan virus yang ia anggap sebagai "sedikit flu." Bolsonaro telah menekan gubernur dan wali kota selama berbulan-bulan untuk membuka lockdown dan mendorong kembali perekonomian.

Pada Jumat, Bolsonaro memveto bagian dari undang-undang yang akan membuat mengenakan masker wajah wajib di ruang tertutup di mana kelompok-kelompok besar berkumpul, seperti gereja dan sekolah.

Bolsonaro melanggar pedoman jarak sosial yang disarankan sebagian besar ahli kesehatan, seperti berjabatan tangan dan merangkul pendukung. Dia mengatakan di depan umum bahwa masa lalunya sebagai atlet membuatnya kebal terhadap gejala virus.



Sumber: Reuters