Facebook Diboikot Perusahaan-perusahaan Besar

Facebook Diboikot Perusahaan-perusahaan Besar
Ilustrasi Facebook (Foto: RTE / Dokumentasi)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 27 Juni 2020 | 07:11 WIB

California, Beritasatu.com - Facebook mengubah kebijakan iklannya setelah raksasa media sosial itu diboikot perusahaan-perusahaan besar karena dianggap gagal menghentikan ujaran kebencian di platformnya.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan Facebook akan melarang iklan yang berbau SARA, dan dianggap menyebarkan ujaran kebencian berdasarkan kasta, gender, orientasi seksual atau kewarganegaraan.

"Saya berkomitmen untuk menjadikan Facebook sebagai platform di mana orang-orang bisa mendiskusikan hal-hal yang penting. Saya juga menentang kebencian dan hal-hal yang menimbulkan kekerasan dan pembungkaman suara. Kami berkomitmen menghapus konten-konten itu, tanpa kecuali," kata Zuckerberg.

Facebook juga akan bekerja lebih keras untuk melindungi kelompok imigran dan pencari suaka dari iklan-iklan yang berbau kebencian atau merendahkan mereka.

Pernyataan Zuckerberg disampaikan setelah sekitar 100 perusahaan mengatakan mereka akan menarik iklan mereka selama sebulan mulai Juli (#StopHateForProfit) karena Facebook dianggap gagal menghentikan atau membatasi penyebaran ujaran kebencian di platformnya.

Beberapa perusahaan yang menghentikan iklan di Facebook antara lain Unilever, Verizon, Patagonia, REI, Lending Club, The North Face. Coca-Cola juga baru saja mengatakan akan menghentikan iklan di semua platform media sosial selama sebulan, namun membantah pihaknya mengikuti boikot Facebook.

Saham Facebook turun 8,3 persen pada penutupan Jumat.



Sumber: BeritaSatu.com