Kasus Corona di AS 364.086, Trump: Ada Cahaya di Ujung Terowongan

Kasus Corona di AS 364.086, Trump: Ada Cahaya di Ujung Terowongan
Presiden Donald Trump berpidato di Kongres Amerika, Rabu 5 Februari 2020. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 7 April 2020 | 06:29 WIB

Washington, Beritasatu.com - Di tengah beratnya tantangan menghadapi penyebaran virus corona di Amerika Serikat (AS), Presiden AS Donald Trump memberikan harapan bagi warganya. Adapun hingga Selasa pagi WIB (7/4/2020) berdasarkan worldometers, kasus corona di AS mencapai 364.086.

"Ada cahaya di ujung terowongan," kata Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Senin waktu setempat atau Selasa pagi WIB (7/4/2020)

"Saat ini, ada 10 perusahaan sedang dalam uji coba penelitian obat dan pengembangan vaksin, dan beberapa terlihat sangat sukses," katanya. "Tapi mereka harus melalui proses, itu akan menjadi proses cepat berdasarkan apa yang dikatakan FDA (Food and Drug Administration) kepada saya."

Trump mengatakan sebanyak 15 penelitian obat dan vaksin potensial sedang bekerja menuju uji klinis. "Jadi mereka maju dengan cepat," kata dia.

Baca juga: Ini Cara Virus Corona Menyerang Tubuh

Komentar Trump mempertegas pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan bahwa penelitian dan pengembangkan vaksin untuk melawan virus corona telah dipercepat dengan kekuatan yang luar biasa.

Tedros mengatakan lebih dari 70 negara telah bergabung dalam uji coba bersama WHO untuk mempercepat penelitian perawatan yang efektif bagi pasien corona. Selain itu, sekitar 20 lembaga dan perusahaan berlomba mengembangkan vaksin.

"Genom virus dipetakan pada awal Januari dan disebarkan secara global yang memungkinkan tes dikembangkan dan penelitian vaksin dimulai," kata Tedros pada konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa.

Penasihat Kesehatan Gedung Putih, Anthony Fauci mengatakan pekan lalu bahwa uji coba vaksin pada manusia untuk mencegah Covid-19 diproyeksikan dalam 12 hingga 18 bulan mebdatang.

Baca juga: Kondisi Memburuk, Boris Johnson Masuk ICU

Pejabat kesehatan AS telah bekerja cepat dimana perusahaan biotek Moderna mengembangkan vaksin corona-19. Mereka memulai uji coba pertama kali pada ke manusia pada 16 Maret.

Negara bagian New York bulan lalu memulai uji klinis skala besar pertama yang melihat bahwa hydroxychloroquine sebagai pengobatan yang memungkinkan untuk corona setelah atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberi persetujuan cepat.

Chloroquine (klorokuin) mendapatkan banyak perhatian dunia setelah penelitian terhadap 36 pasien Covid-19 di Perancis yang yang dipublikasikan 17 Maret menemukan bahwa sebagian besar pasien yang memakai obat itu dapat membersihkan virus lebih cepat. "Dengan menambah azithromycin, umumnya dikenal sebagai Z-Pak ke dalam campuran secara signifikan, lebih efisien untuk menghilangkan virus," kata para peneliti.

Sebuah penelitian di Tiongkok juga menemukan bahwa menggabungkan klorokuin dengan azitromisin lebih kuat dari pada hanya mengkonsumi klorokuin.

“Mari kita dapatkan ini secepatnya. Saya pikir ini akan lebih cepat daripada yang dipikirkan orang. Semuanya berjalan sangat baik,” kata Trump.

Kasus corona di dunia berdasarkan worldometers hingga Selasa pagi WIB (7/4/2020) pukul 6.30 WIB mencapai 1.342.372 orang. Dari total itu, sebayak 75.558 meninggal dan 278.182 sembuh.

Berikut daftar kasus corona di dunia:
1. Amerika Serikat (364.086 kasus) dengan 10.792 kematian dan 19.536 sembuh.
2. Spanyol (136.675 kasus) dengan 13.341 kematian dan 40.437 sembuh.
3. Italia (132.547 kasus) dengan 16.523 kematian dan 22.837 sembuh.
4. Jerman (103.374 kasus) dengan 1.810 kematian dan 28.700 sembuh.
5. Prancis (98.010 kasus) dengan 8.911 kematian dan 17.250 sembuh.
6. Tiongkok (81.708 kasus) dengan 3.331 kematian dan 77.078 sembuh.



Sumber: CNBC