Pidato Kenegaraan, Trump Banggakan Pertumbuhan Ekonomi

Pidato Kenegaraan, Trump Banggakan Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Donald Trump berpidato di Kongres Amerika, Rabu 5 Februari 2020. (Foto: AFP)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 5 Februari 2020 | 11:51 WIB

Washington, Beritasatu.com - Di tengah-tengah isu pemakzulan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan pada Selasa (4/2/2020) waktu setempat. Dalam pidatonya, Trump sesumbar soal keberhasilan ekonomi dan menyindir Partai Demokrat. Sementara, Demokrat harus mengatasi kegagalan sistem voting dalam kaukus di Iowa.

"Tahun-tahun menurunnya ekonomi sudah selesai. Hari-hari di mana negara kita dimanfaatkan, dipermainkan dan direndahkan negara lain sudah berakhir. Tidak ada lagi janji-janji palsu, pengangguran, dan alasan berulang soal berkurangnya kekayaan, kekuatan, dan prestise AS," kata Trump.

Pernyataan ini dinilai sebagai sindiran terhadap Pemerintahan AS di era Barack Obama, seorang Demokrat. 

Trump mengatakan di bawah pemerintahannya, perekomian AS tumbuh, pengangguran berkurang, upah dan median pendapatan rumah tangga naik, begitu pula dengan keperacayaan konsumen. Tingkat pengangguran di AS berada di level terendah dalam 50 tahun terakhir. "Ini adalah masanya pekerja kerah biru (buruh)," kata dia.

Trump juga menyerang paham sosialisme sebagai paham yang tidak sesuai dengan AS. Menurut Trump, Partai Demokrat akan memainkan isu sosialisme dalam pemilu. Meski demikian, menurut CNBC, tidak ada rival politik Trump yang menganut sosialisme, sementara Senator Bernie Sanders bukan penganut sosialisme murni, tetapi sosial demokrat.

Presiden AS juga memuji Presiden Tiongkok Xi Jinping di tengah-tengah perang dagang yang masih berlangsung. Trump mengatakan hubungan AS dengan Tiongkok saat ini sangat baik. Kedua negara menandatangani kesepakatan dagang fase I Januari lalu.

Sebelum pidato kenegaraan, Trump mengatakan tidak ada dendam dengan anggota Kongres dari Partai Demokrat yang berusaha memakzulkannya.

"Saya tidak sakit hati," kata Trump kepada sejumlah media dalam makan siang bersama sebelum pidato kenegaraan.

Menjelang pidato kenegaraan, survei Gallup menemukan bahwa approval rating atau tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump berada di angka 49 persen. Hal ini cukup menakjubkan mengingat Trump tidak pernah mencapai rating 50 persen (tertinggi sebelumnya adalah 46 persen pada April 2019) dan dicapai di tengah-tengah usaha pemakzulan dirinya.

Partai Demokrat sendiri gagal memanfaatkan momen pidato kenegaraan untuk mendorong isu pemakzulan Trump karena kisruh kaukus Demokrat di Iowa. Kegagalan teknis dalam sistem voting membuat penghitungan suara untuk menentukan kandidat yang akan bertarung melawan Trump tertunda. Kandidat yang bertarung adalah Sen. Bernie Sanders, Sen. Elizabeth Warren, mantan Wali Kota South Bend di Indiana Pete Buttigieg dan mantan wapres Joe Biden.



Sumber: CNBC, CNN, Politico, NY Times