Akibat Kebakaran, Bolivia Kehilangan 1,7 Juta Ha Hutan

Akibat Kebakaran, Bolivia Kehilangan 1,7 Juta Ha Hutan
Presiden Bolivia menunda kampanye pemilihan presiden dan memilih untuk terjun langsung memadamkan kebakaran hutan di Santa Rosa, dekat Robore di Bolivia timur, sebelah selatan lembah Amazon, Rabu, 28 Agustus 2019. ( Foto: AFP / Kementerian Komunikasi Bolivia )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 8 September 2019 | 05:49 WIB

Sucre, Beritasatu.com- Kebakaran hutan yang mengamuk di hutan-hutan dan padang rumput Bolivia sejak Mei telah menghancurkan 1,7 juta hektare hutan. Pada Rabu (4/9), para pejabat mengungkap data itu di tengah upaya penanggulangan sebesar US$ 11 juta (sekitar Rp 155,5 miliar) oleh pemerintah.

Para aktivis lingkungan menyalahkan hukum yang diberlakukan di bawah Presiden Evo Morales. Kebijakan Morales dituding telah mendorong pembakaran hutan dan tanah penggembalaan untuk memperluas produksi pertanian. Sebaliknya, pemerintah menghubungkan kebakaran dengan cuaca kering dan angin.

“Dari kebakaran yang telah terjadi, 41% berada di kawasan lindung dan 30 % di hutan,” ujar Cinthia Asin, menteri lingkungan hidup untuk wilayah timur Santa Cruz kepada pers, saat memperbarui jumlah lahan yang terbakar menjadi 1,7 juta hektare.

Santa Cruz adalah yang wilayah Bolivia paling parah dikecam departemen-departemen Bolivia sejak kebakaran dimulai pada Mei dan meningkat pada akhir Agustus.

Banyak pihak yang kecewa dengan kebijakan lingkungan pemerintah Bolivia baru-baru ini. Kebijakan itu dituding memberi wewenang kepada petani untuk membakar 20 hektare, bukannya lima hektare yang biasa - yang diyakini telah berkontribusi pada ribuan kasus kebakaran hutan.

Asin mengatakan selama hari-hari pertama September, 751 kasus kebakaran baru berkobar, sebagian besar terjadi di daerah berhutan. Kebakaran ini membuat para pejabat Santa Cruz percaya bahwa orang-orang telah memulai kebakaran untuk membersihkan lahan pertanian.

Secara terpisah, pemerintah Bolivia melaporkan bahwa mereka melanjutkan upaya penanggulangan di darat dan udara untuk memadamkan api.



Sumber: Suara Pembaruan