Jokowi: Ada Waktu 3 Bulan untuk Pulihkan Ekonomi Nasional
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Jokowi: Ada Waktu 3 Bulan untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

Kamis, 23 Juli 2020 | 13:19 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / AMA

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, masih ada waktu tiga bulan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional, yakni bulan Juli, Agustus dan September. Bila dalam waktu tiga bulan tersebut pertumbuhan ekonomi masih terpuruk, maka akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi pada 2021.

“Kita hanya punya waktu untuk ungkitan (pertumbuhan ekonomi) ini di Juli, Agustus, dan September. Kalau kita bisa mengungkit ini, insyaallah nanti di kuartal 4/2020 lebih mudah. Tahun depan kita akan jauh lebih mudah,” kata Jokowi dalam acara Penyaluran Dana Bergulir Untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Kurun waktu tiga bulan itu, menurut Jokowi, juga telah disampaikan kepada jajaran kementerian. Tujuannya agar mereka segera merealisasikan belanja anggaran yang ada dalam APBD dalam waktu tiga bulan ini.

“Kesempatan kita di bulan Juli, Agustus, September dan ini saya sampaikan juga kepada semua menteri untuk segera belanja dari anggaran yang ada dalam APBD juga tiga bulan ini,” ujar Jokowi.

Kepala Negara mengungkapkan, tiap hari dirinya selalu memantau pergerakan angka-angka ekonomi baik dalam skala nasional maupun dunia. Meski setiap pagi hari ia harus sarapan dengan angka-angka pertumbuhan ekonomi, ia merasa senang.

"Saya senang, setiap pagi saya dapat angka-angka, setiap pagi sarapannya angka. Kalau bapak ibu sarapannya nasi goreng atau roti saya sarapannya angka-angka setiap hari,” tutur Jokowi.

Dari hasil “sarapan pagi” dengan angka-angka tersebut, Jokowi merasa senang karena dapat melihat angka-angka terkait pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai membaik. Seperti konsumsi masyarakat saat ini meningkat. Hal tersebut karena adanya realisasi bantuan langsung tunai (BLT), BLT Desa, bansos tunai, bansos sembako yang berpengaruh pada daya beli masyarakat.

"Saya senang sudah ada angka-angka yang baik, konsumsi sudah mulai terungkit naik artinya mungkin peredaran uang di bawah karena ada BLT desa, bansos tunai, bansos sembako itu akan sangat mempengaruhi daya beli dan konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat,” terang Jokowi.

Tidak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini melihat aktivitas ekspor juga meningkat dibandingkan bulan Mei dan Juni 2020. Karena itu, Jokowi meminta semua pihak baik pelaku usaha maupun pelaku UMKM agar memanfaatkan momentum perbaikan ekonomi.

"Momentum-momentum ini jangan kita lewatkan, koperasi juga sama. Saya ingin indikator yang saya sampaikan diikuti gerakan koperasi secepat-cepatnya memberikan dorongan pinjaman kepada para pelaku usaha utamanya kepada pelaku UMKM,” papar Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Masyarakat Sadar RUU Cipta Kerja Memiliki Dampak Positif

Hasil survei Charta Politika membuktikan, masyarakat mengetahui dan memiliki pemahaman mengenai RUU Cipta Kerja.

POLITIK | 23 Juli 2020

Gibran Dituduh Langgengkan Politik Dinasti Jokowi, Apa Benar?

Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi bukan negara totaliter dimana suara penguasa politik jadi penentu kemenangan di pilkada.

POLITIK | 23 Juli 2020

Survei Charta Politika: Bansos Kemsos Tepat Sasaran Bantu Perekonomian

Kemsos dinilai salah satu kementerian terbaik Jokowi.

NASIONAL | 23 Juli 2020

DPD Tugaskan PPUU Kawal Omnibus Law Cipta Kerja

DPD tidak ingin RUU menjadi UU yang melahirkan persoalan di kemudian hari.

POLITIK | 23 Juli 2020


Keberhasilan Petahana Tangani Pandemi, Kunci Menangi Pilkada

Jika kepala daerah yang kembali maju dalam Pilkada dinilai sukses menangani pandemi Covid-19, tentu akan lebih diuntungkan.

POLITIK | 22 Juli 2020

Penanganan Covid-19 jadi Panggung untuk Naikkan Elektabilitas

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, mengatakan pandemi Covid-19 seakan-akan menjadi panggung besar bagi kepala daerah.

POLITIK | 22 Juli 2020

Kinerja Ridwan, Ganjar, Anies Tangani Covid-19 Terbaik di Mata Publik

Kepala daerah lainnya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hanya meraih 5,1%, sedangkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 2,2%.

POLITIK | 22 Juli 2020

Survei Y-Publica, Prabowo Capres Terkuat, Elektabilitas PSI Naik

Prabowo Subianto masih berada pada posisi teratas calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024 berdasarkan survei Y-Publica.

POLITIK | 22 Juli 2020

PDIP Jadikan 20 Kantor Baru untuk Gelorakan Politik Arus Bawah

Pembangunan kantor PDIP yang baru itu dilakukan secara gotong royong oleh para kader partai.

NASIONAL | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS