INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Jaksa Agung Bantah Berkomunikasi dengan Djoko Tjandra

Kamis, 24 September 2020 | 19:13 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / AMA

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan, dirinya sama sekali tak pernah berkomunikasi dengan Djoko S Tjandra dan tak pernah juga memerintahkan Pinangki menangani masalah Djoko. Hal itu dikatakan Burhanuddin menjawab pertanyaan anggota Komisi III DPR, Kamis (24/9/2020).

"Kami menangani perkara Pinangki secara terbuka. Dan, saya tidak pernah menyampaikan apa pun dengan penyidik. (Saya minta semua, red) lakukan secara terbuka. Bahkan untuk dakwaan pun yang menyebut nama saya, saya tidak pernah peduli. Silakan, terbuka kami untuk dilakukan penyidikan. Dan temen-temen sudah melakukan itu," urai Burhanuddin.

Ia melanjutkan, "Kemudian apakah saya ada melakukan video call dengan Djoko Tjandra? Kami sama sekali tidak mengenal yang namanya Djoko Tjandra. Saya tidak pernah komunikasi dengan Djoko Tjandra, dan saya tidak pernah memerintahkan Pinangki untuk menangani Djoko Tjandra."

"Adalah suatu hal yang bodoh apabila kami melakukan itu. Karena perkara ini tinggal eksekusi. Tidak ada lagi upaya-upaya lain, upaya hukum lain tidak ada. Ini hanya tinggal eksekusi. Kalau ada yang menyatakan 'ini bisa PK', alangkah jaksanya yang bodoh. Ini pelaksana tinggal dilaksanakan, sudah ada putusan. tak ada alasan lagi jaksa untuk melakukan PK," bebernya lagi.

Soal Irfan Jaya, Burhanuddin bercerita, yang bersangkutan pernah menemuinya sebagai aktivis LSM. Saat itu, Burhanuddin menjabat Kepala Kejaksaan Sulawesi Selatan.

"Dan sejak itu, saya tidak pernah lagi berhubungan dengan yang bersangkutan. Saya waktu itu sedang melakukan pengumpulan teman-teman LSM untuk kita ajak bicara bagaimana penyelesaian-penyelasaian perkara yang ada di Sulsel. Dengan Irfan Jaya, hanya kenal sebatas itu," kata Burhanuddin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kunjungan Arus Kapal di Pelabuhan Kuala Tanjung Tumbuh 30 Persen

Kunjungan kapal di KTMT sampai dengan Agustus 2020 mencapai 169 call.

NASIONAL | 24 September 2020

Raker dengan Komisi III, Jaksa Agung Beberkan Perkara yang Jadi Perhatian Publik

Di hadapan anggota Komisi III DPR, Jaksa Agung ST Burhanuddin membeberkan perkembangan proses hukum yang menjadi perhatian publik.

NASIONAL | 24 September 2020

Banyuwangi Pacu Pengembangan Potensi UMKM di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 menyebabkan kondisi UMKM sangat terdampak.

NASIONAL | 24 September 2020

Satgas Covid-19 Prihatin Masih Ada Calon Kepala Daerah Gelar Acara Timbulkan Kerumunan

Penambahan kasus positif harian yang mencapai angka 4.000 lebih dikatakan Wiku, salah satunya berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

NASIONAL | 24 September 2020

Kasau Resmikan Politeknik AU dan Prodi Magister Terapan Strategi Operasi Udara

Peresmian Politeknik AU dan program magister terapan ini merupakan bentuk upaya TNI AU untuk mencetak SDM yang unggul.

NASIONAL | 24 September 2020

Ini Penjelasan Jaksa Agung ke Komisi III Pascakebakaran Gedung

Berdasarkan hasil penghitungan sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp 1,1 triliun yang terdiri dari gedung dan bangunan serta peralatan yang ada di dalam bang

NASIONAL | 24 September 2020

Benny Tjokro Positif Covid-19, Sidang Kasus Jiwasraya Ditunda

Benny Tjokro saat ini dirawat di RS Adhyaksa.

NASIONAL | 24 September 2020

Dirut PTPN II Marisi Butar-butar Meninggal Akibat Covid-19

Direktur Utama (Dirut) PTPN II, Marisi Butar-butar meninggal dunia akibat Covid-19 setelah beberapa hari menjalani perawatan.

NASIONAL | 24 September 2020

Polisi Telah Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Rapid Test

Hasil dari pemeriksaan cctv terlihat pelaku dan korban pelecehan rapid test terlihat berdekatan.

NASIONAL | 24 September 2020

Kemhub: Subsidi Angkutan Perintis Berperan Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi

Dirjen Hubdat Kemhub Budi Setiyadi menyatakan kebijakan subsidi angkutan penyeberangan perintis berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi.

NASIONAL | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS