DPC PDIP Tangsel Sebut Aksi ke DPP PDIP Tidak Mewakili Suara Kader

DPC PDIP Tangsel Sebut Aksi ke DPP PDIP Tidak Mewakili Suara Kader
Wakil Ketua DPC PDIP Tangsel Bidang Kehormatan Drajat Sumarsono. (Foto: istimewa)
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 8 Juli 2020 | 21:25 WIB

Tangsel, Beritasatu.com - Aksi segelintir orang yang mengatas namakan suara kader baik PAC, ranting, anak ranting dan simpatisan PDI Perjuangan ke DPP Partai terkait pilkada langsung mendapatkan bantahan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan.

Menurut Wakil Ketua DPC Bidang Kehormatan PDIP Tangsel Drajat Sumarsono, struktural partai mulai dari PAC, ranting, anak ranting bahkan Fraksi DPRD serta badan dan sayap partai solid dan tegak lurus kepada pimpinan Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan beserta jajaran DPP.

"Yang hari ini dilakukan oleh segelintir oknum mengatasnamakan kader PDI Perjuangan se-Tangerang Selatan adalah kebohongan publik. Jangan bawa-bawa institusi atau kader partai. Berpartai harus tertib dan disiplin," ujar Drajat, yang juga anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Bahkan katanya lagi, penolakan atas keputusan DPP Partai memiliki konsekuensi sanksi tegas dan telah diatur oleh AD/ART PDI Perjuangan.

"Jika kader ideologis partai, seharusnya paham dan siap menunggu intruksi komando Ibu Megawati. Yang tidak siap tunduk dan patuh, silakan hengkang. Karena kita tidak menampung kader kaleng-kaleng," tegas Drajat.

Meski dirinya sebagai kader juga ikut daftar sebagai cawalkot Tangsel, namun Drajat memastikan tetap tegak lurus  atas apapun keputusan yang sudah ditetapkan Megawati dan jajaran DPP Partai.

"Saya saja kader internal daftar menjadi cawalkot, patuh tegak lurus atas perintah DPP. Direkom atau tidak, sebagai kader ideologis partai, saya patuh. Kok ada aksi aksi seakan akan mendesak Megawati dan DPP Partai harus kader internal?, ada apa ini, siapa yang dimaksud mereka soal kader internal itu,?," tanya Drajat Sumarsono tegas.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi Suhari Wicaksono. "Jangan mengatasnamakan kader partai se-Tangsel, organisasi punya aturan main dan tentu akan disikapi secara organisasi secepatnya kepada mereka yang tidak tegak lurus atas perintah partai. Malam ini kita rapat pleno DPC menyikapi kelakuan mereka. Selain aksi yg mereka lalukan, secara lugas mereka membuat video mengatasnamakan kader menolak keputusan DPP. Militan itu tegak lurus bukan bengkok bengkok,” tegas pria yang akrab disapa Bedes ini.



Sumber: BeritaSatu.com