Danau Sunter Dua Kembali Ramai Dikunjungi Warga

Danau Sunter Dua Kembali Ramai Dikunjungi Warga
Pengunjung bersantai menikmati suasana dengan protokol kesehatan Covid-19 di Danau Sunter Dua, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu 5 Juli 2020. (Foto: Antara / Devi Nindy)
/ YUD Minggu, 5 Juli 2020 | 19:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Warga kembali ramai mengunjungi kawasan Danau Sunter Dua, Tanjung Priok Jakarta Utara, Minggu (5/7/2020), setelah kembali dibuka pada masa PSBB transisi fase 1 perpanjangan.

Warga mulai dari ibu rumah tangga beserta anaknya hingga remaja mengunjungi kawasan wisata tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan seperti membawa masker dan menjaga jarak fisik.

"Iseng saja main ke sini, karena dekat dari rumah juga. Kalau soal Covid-19 enggak khawatir, karena yang terpenting kan pakai masker dan cuci tangan," ujar salah seorang pengunjung Agus (29), yang membawa istri dan anaknya ke Danau Sunter Dua.

Senada dengan Agus, Tina (27) yang membawa serta anak dan teman-temannya berkunjung ke Danau Sunter Dua untuk menikmati suasana teduh dan sejuk.

"Sebenarnya enggak niat ke sini. Tadi lewat terus mampir karena suasananya enak," kata Tina. Dia mengaku tidak masalah mengajak anak berlibur ke Danau Sunter di masa PSBB transisi, karena kawasan tersebut telah ditunjang dengan protokol kesehatan yang cukup baik.

"Ini baru saja keluar-keluar lagi di masa pandemi Covid-19. Yang paling penting buat saya, itu terapkan protokol kesehatan," ujar dia.

Sejak dibuka, fasilitas Danau Sunter terlihat memenuhi protokol kesehatan Covid-19. Misalnya dari bangku-bangku yang diberi tanda silang untuk memberi jarak antar pengunjung.

Selain itu juga terdapat fasilitas cuci tangan di sekitar Danau Sunter.

Sebuah pos penjagaan Satgas Covid-19 juga didirikan di kawasan danau tersebut. Lebih dari lima petugas dari Satpol PP berjaga di pos itu untuk memastikan pengunjung taati protokol kesehatan.

Sebagian dari petugas terlihat berkeliling danau.

Meski sudah tampak taat bermasker, namun masih ada pengunjung yang sengaja membuka masker atau menggantungkan masker di leher saat saling bercengkerama.



Sumber: ANTARA