Tak Pakai Masker, 2.000 Orang di Jakpus Kena Sanksi

Tak Pakai Masker, 2.000 Orang di Jakpus Kena Sanksi
Ilustrasi sanksi sosial bagi pelanggar PSBB. (Foto: Antara)
/ BW Sabtu, 27 Juni 2020 | 19:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 2.000 orang yang melanggar protokol kesehatan terkait penggunaan masker dikenai sanksi kerja sosial oleh Satpol PP Jakarta Pusat selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Selama masa transisi ini saja, kami sudah memberikan sanksi kerja sosial kepada 2.000 orang yang tidak pakai masker di Jakarta Pusat," kata Kasatpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan, Sabtu (27/6/2020).

Menurut Bernard, protokol kesehatan berupa penggunaan masker selama pandemi Covid-19 seharusnya sudah menjadi kebiasaan, tetapi tetap saja banyak yang melanggar aturan itu.

"Tiap hari ada saja kita memberi sanksi. Apalagi orang-orang yang tidak pakai masker jumlahnya banyak," kata Bernard.

Orang-orang yang dikenai sanksi kerja sosial itu biasanya tidak memiliki uang untuk membayar denda sebesar Rp 250.000, sehingga mereka memilih menggunakan rompi dan membersihkan fasilitas umum.

Pada saat car free day (CFD) pecan lalu, dari 40 orang yang terjaring tidak memakai masker, hanya tiga orang yang mau membayar denda, sisanya menjalani sanksi kerja sosial.

"Mereka kadang tidak punya uang (untuk bayar denda). Jadi memilih melakukan sanksi kerja sosial sesuai pergub," ujar Bernard.

Meski pada masa PSBB transisi sudah banyak kegiatan di luar ruangan yang diperbolehkan, Bernard mengatakan, pihaknya tetap mengupayakan pengawasan ketat untuk penerapan protokol kesehatan.

"Kita tetap upayakan usaha maksimal penjagaan. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, berjaga di pos pantau, berjaga untuk pemeriksaan SIKM (surat izin keluar masuk)," katanya.

Di pasar juga tiap hari ada tiga petugas. "Lalu di mal-mal juga kita jaga. Jadi ya masyarakat tetap harus jaga protokol kesehatan," ujar Bernard.



Sumber: ANTARA