Dirut Pasar Jaya Diprotes Pedagang Sayur soal Kebijakan Ganjil Genap

Dirut Pasar Jaya Diprotes Pedagang Sayur soal Kebijakan Ganjil Genap
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin diprotes pedagang sayur di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Senin (15/6/2020). (Foto: Antara)
/ BW Senin, 15 Juni 2020 | 10:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pedagang sayur Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, memprotes Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin soal sistem ganjil genap operasional kios. Mereka khawatir dagangannya busuk.

Pernyataan itu disampaikan kepada Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin saat meninjau pemberlakuan sistem ganjil genap yang dimulai Senin (15/6/2020).

"Kalau sistemnya ganjil-genap, seperti tomat, daun bawang dan sayur-sayuran lainnya otomatis busuk pak, tidak ada yang mau beli," kata pedagang sayur, Sri Pujiati (42).

Menurut Sri, pembatasan operasional pedagang membuat separuh dari total 1.000 lebih pedagang hanya diperbolehkan tiga kali berdagang dalam sepekan.

Sementara itu, dagangan sayur mayur yang distok pedagang harus dijual pada hari yang sama agar tetap segar saat dikonsumsi pembeli.

Pedagang lainnya, Ismah (49) menginginkan operasional pedagang tetap diberlakukan secara normal tiap hari.

"Tidak apa-apa, saya juga patuh kok sama protokol kesehatan, pakai masker, face shield, cuci tangan," katanya.

Pedagang juga mempertanyakan fakta terkait 18 rekan seprofesi mereka yang dinyatakan positif Covid-19 seusai agenda pemeriksaan kesehatan beberapa pekan lalu.

"Sebab yang saya tahu, 18 pedagang itu negatif Covid-19. Mereka hanya reaktif saja. Gara-gara kabar itu pembeli jadi sepi pak," katanya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Arief mengatakan seluruh pedagang harus patuh pada pemberlakuan ganjil genap.

"Mungkin di awal-awal akan kurang nyaman, tetapi kebijakan ini untuk menjaga kita semuanya," kata Arief.

Sistem ganjil genap disesuaikan dengan nomor kios pedagang dengan tanggal, kios dengan nomor ganjil buka pada tanggal ganjil dan kios pada tanggal genap dibuka pada tanggal genap.

Lapak pedagang yang tidak memiliki kios diberikan jarak masing-masing satu meter agar tidak berimpitan.



Sumber: ANTARA