Wagub DKI: Mal Tak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Bisa Ditutup

Wagub DKI: Mal Tak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Bisa Ditutup
Ahmad Riza Patria.
Yustinus Paat / WBP Minggu, 14 Juni 2020 | 07:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta pengelola pusat perbelanjaan atau mal, retail, tenant, kios yang berada di mal untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Jika terbukti melanggar, Pemprov DKI tidak segan-segan memberikan sanksi mulai teguran, penutupan sementara, denda, dan bahkan pencabutan izin usaha.

“Bagi mal yang tidak disiplin, kami akan memberikan sanksi teguran, penutupan, dan bahkan sanksi pencabutan izin," ujar pria yang akrab disapa Ariza ini saat meninjau langsung persiapan Mall Kota Kasablanka dan Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2020).

Baca juga: Selama PSBB Transisi, Ini Kegiatan Perindustrian, Perdagangan dau UKM di Jakarta

Saat meninjau mal tersebut, dia didampingi oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Marullah Mata'ali, anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, serta Pengurus Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta. Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pusat perbelanjaan di Jakarta menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan peraturan Pemprov DKI Jakarta pada masa PSBB Transisi fase pertama dengan baik dan benar. Rencananya, mal mulai dibuka pada 15 Juni 2020.

Para pengelola mal dan pemilik tempat usaha di dalamnya, kata Ariza tidak boleh lengah terhadap Covid-19. Mereka harus menyadari bahwa Jakarta belum aman dari Covid-19, meskipun tingkat produksinya virusnya saat awal PSBB transisi menurun atau di bawah nol.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 120 Orang

Pemprov DKI Jakarta, kata Ariza sudah menerbitkan protokol kesehatan atau pencegahan Covid-19 di mal. Selain itu, pihaknya menurunkan petugas dan aparat untuk mengawasi pelaksanaan protokol Covid-19 di mal. "Betapa pun semuanya sudah baik, berbagai regulasi, aparat, dan sanksi yang berat sekalipun, tidak ada artinya tanpa dukungan masyarakat, swasta, dunia usaha (serta) berbagai komunitas (dan) ormas,” ungka dia.

Ariza meminta seluruh warga DKI atau mereka yang beraktivitas di DKI Jakarta untuk patuh, taat dan disiplin mematuhi ketentuan. Menurut para ahli/pakar, 80 persen keberhasilan menyikapi Covid-19 ditentukan sikap dan perilaku warganya. “Semua harus ada kesadaran diri untuk pribadi, lingkungan, keluarga dan semua yang hadir. Saling mengingatkan sesama kita untuk mematuhi. Itu cara yang paling efektif agar kita bisa keluar dari masalah ini," tutur dia.

Lebih lanjut, Ariza turut mengapresiasi proses persiapan pusat perbelanjaan modern atau mal di Ibu Kota dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para pengunjung maupun pengelola mal saat mulai dibuka kembali di masa PSBB transisi fase pertama.

Ia mengatakan bahwa jajaran Pemprov DKI Jakarta telah melakukan peninjauan ke pasar, mal (non-food/pangan) di wilayah Jakarta guna memastikan seluruhnya menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar sesuai peraturan.



Sumber: BeritaSatu.com