Polisi Tunggu Keputusan Pemprov DKI soal Pemberlakuan Ganjil Genap

Polisi Tunggu Keputusan Pemprov DKI soal Pemberlakuan Ganjil Genap
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di jalan Protokol di Jakarta, Jumat (9/8/2019). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 11 Juni 2020 | 16:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, masih menunggu keputusan dan aturan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, soal apakah kebijakan pembatasan ganjil-genap kembali diberlakukan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, di Ibu Kota Jakarta, Juni 2020.

"Ganjil-genap masih menunggu aturan gubernur. Berupa keputusan gubernur atau petunjuk teknis dari Dishub (Dinas Perhubungan) DKI," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo kepada Beritasatu.com, Kamis (11/6/2020).

Baca JugaRencana Ganjil Genap Sepeda Motor, DPRD Segera Panggil Kadishub

Menyoal apa saja indikator yang menjadi penentu kebijakan ganjil-genap itu akan diterapkan, Sambodo menyampaikan, hal itu merupakan domain Pemprov DKI. Saat ini, pihak Dishub DKI masih melakukan evaluasi apakah sistem ganjil-genap akan diberlakukan pada masa PSBB transisi atau tidak.

"Iya masih dalam tahap evaluasi. Kami hanya mendukung keputusan pemerintah," ungkapnya.

Senada, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, Ditlantas Polda Metro Jaya masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi DKI terkait pelaksanaan kebijakan ganjil-genap. 

Baca Juga: Sistem Ganjil-Genap Belum Berlaku

"Sampai dengan saat ini, kita masih menunggu aturan dari Pemprov DKI. Sambil menunggu ini, ganjil-genap masih belum diberlakukan. Ini domainnya Dishub, kita masih menungu karena harus ada aturan lengkapnya," katanya.

Yusri menuturkan, apapun nanti keputusan Pemprov DKI soal ganjil-genap, polisi akan mendukung dan mengikuti.

"Kebijakan pemerintah polisi akan mengikuti. Kita mendukung kebijakan pemerintah DKI Jakarta," tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengeluarkan kebijakan peniadaan sementara sistem pembatasan kendaraan bermotor ganjil-genap, berkaitan dengan pandemi virus Corona (Covid 19), di Ibu Kota Jakarta.

Baca JugaPolri Dukung Ganjil Genap Motor di DKI

Berdasarkan catatan, awalnya kebijakan peniadaan sistem ganjil-genap dilakukan selama 14 hari, sejak Senin (16/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020). Kemudian kebijakan itu diperpanjang sampai Minggu (5/4/2020). Lalu diperpanjang lagi hingga Minggu (19/4/2020). Lantaran pandemi Covid-19 belum berakhir, peniadaan sistem ganjil-genap dilanjutkan hingga Juni 2020.

Pembatasan kendaraan ganjil-genap dinilai tidak diperlukan karena volume kendaraan mengalami penurunan -arus lalu lintas lancar-, akibat kantor menerapkan work from home (WFH) dan sekolah diliburkan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).



Sumber: BeritaSatu.com