Sedan Seruduk Vespa, 1 Orang Tewas dan 5 Terluka

Sedan Seruduk Vespa, 1 Orang Tewas dan 5 Terluka
Ilustrasi kecelakaan motor. (Foto: Twitter @TMCPoldaMetro)
Gardi Gazarin / Bayu Marhaenjati / RSAT Minggu, 7 Juni 2020 | 17:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Petugas Laka Lantas Polres Jakarta Timur telah memeriksa Ferdian Panca (19), pengemudi sedan yang menabrak pengendara Vespa di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Minggu (7/6/2020) dinihari. Dalam kecelakaan itu seorang  dari pengendara Vespa meninggal dunia, dan  lima lainnya mengalami luka luka.

Hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan bukti tersangka saat kejadi dalam kondisi mabuk. Polisi menduga, tersangka hanya grogi ketika hendak mendahului dua Vespa yang berjalan berdampingan di depannya.

Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Agus Suparyanto mengatakan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan mobil Hyundai B 1008 KYE dan Vespa modifikasi tanpa pelat nomor itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB,Minggu  dini hari tadi.

"Terjadi kecelakaan lalu lintas antara sedan Hyundai dengan  dua Vespa," ujar Agus, Minggu (7/6/2020).

Agus mengatakan kronologi kejadian bermula ketika sedan Hyundai datang dari arah Timur menuju Barat melalui Jalan Basuki Rahmat. "Saat hendak menyalip kedua Vespa yang ada di depannya yang berjalan beriringan, body Vespa yang satu tersenggol mobilnya dan nyanngkut menyebabkan kedua Vespa terjatuh. Pengendara Vespa dan penumpangnya terpental ke aspal hingga mengalami luka berat dan meninggal di TKP," ungkapnya.

Agus menyampaikan, enam orang menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan itu. Satu di antaranya atas nama Refly Maulana mengalami luka di kepala pecah dan meninggal dunia di lokasi.

Sementara, lima korban lainnya atas nama Fauzi mengalami luka kaki dan tangan lecet, Ilham Ramadhani luka tangan kiri patah, Salsabila Tiur kaki lecet, Abdul Azis bagian dahi benjol dan hidung keluar darah, dan Rizki Chandra luka kaki serta tangan lecet.

"Para korban luka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri untuk mendapatkan perawatan." katanya.

Takut jadi sasaran amukan massa, pengemudi Ferdian langsung lari. Dia minta perlindungan salah satu pos satpam tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kepada petugas satpam, tersangka mangaku takut karena di lokasi kejadian suasananya gelap dan sepi. Mendapat laporan dari tersangka, petugas satpam itu mendatangi lokasi untuk mencari tahu peristiwa sebenarnya.

Di lokasi ternyata sudah ada anggota kepolisian yang menangani korban tabrak lari itu. Ferdian yang sangat ketakutan pun langsung dijemput di pos satpam dan diamankan ke Polres Jakarta Timur untuk proses hukum.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com