Hingga H-4 Lebaran, Jasa Marga Catat Penurunan Kendaraan Hingga 59%

Hingga H-4 Lebaran, Jasa Marga Catat Penurunan Kendaraan Hingga 59%
PT Jasa Marga menyiapkan petugas untuk menghadapi Lebaran 2020. (Foto: Istimewa)
Mikael Niman / YUD Kamis, 21 Mei 2020 | 19:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat total 306.682 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan pada H-7 hingga H-4 Lebaran 2020, atau 17-20 Mei 2020.

“Angka ini, turun 59% dari lalu lintas (lalin) di periode Lebaran tahun 2019,” ujar Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, Kamis (21/5/2020).

Dia menjelaskan, distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 40% dari arah Timur, lalu 35% dari arah Barat dan 25% dari arah Selatan.

Lalin meninggalkan Jakarta dari arah Timur merupakan kontribusi lalin dari dua, yaitu Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama untuk pengguna jalan menuju Tol Trans Jawa dan GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Tol Cipularang-Padaleunyi dengan rincian distribusi lalin GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 68.316 kendaraan, atau turun sebesar 79% dari Lebaran tahun 2019. Lalu, GT Kalihurip Utama 1, dengan jumlah 53.292 kendaraan atau turun sebesar 56% dari Lebaran tahun 2019.

“Total kendaraan yang melintas menuju arah Timur adalah sebanyak 121.608 kendaraan, turun sebesar 73% dari Lebaran 2019,” tuturnya.

Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Barat melalui GT Cikupa Tol Merak-Tangerang adalah sebesar 107.927 kendaraan atau turun sebesar 42% dari Lebaran 2019.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Selatan/lokal melalui GT Ciawi Tol Jagorawi adalah sebesar 77.147 kendaraan atau turun sebesar 30% dari Lebaran 2019.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran 2020.

“Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com