Pemkot Bogor Minta Waktu Pelaksanaan Lockdown Tidak Mendadak

Pemkot Bogor Minta Waktu Pelaksanaan Lockdown Tidak Mendadak
Bupati Bogor Ade Yasin bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tengah melakukan rapat terbatas membahas opsi karantina wilayah di Posko Chrisis Centre Kota Bogor, Minggu, 29 Maret 2020. (Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale)
Vento Saudale / JAS Minggu, 29 Maret 2020 | 18:15 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta agar kejelasan waktu pelaksanaan terkait opsi karantina wilayah (lockdown) yang mungkin akan dilakukan di DKI Jakarta. Hal itu untuk mempersiapkan daerah penyangga seperti Kota Bogor nantinya.

“Yang penting kepastiannya waktunya dulu. Jangan secara mendadak, karena akan berpengaruh ke daerah penyangga untuk membuat penyesuaiannya,” kata Dedie dalam keterangannya, Minggu (29/2/2020).

Pada dasarnya, lanjut Dedie, Kota Bogor siap dengan beberapa skema karantina wilayah lokal menyusul semakin bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Bogor.

“Mau sebulan, dua bulan, ya enggak apa-apa, Kota Bogor siap. Kami berharap setelah lockdown selesai dan kita bisa beraktivitas seperti biasanya,” paparnya.

Karantina wilayah secara lokal lanjut Dedie perlu dilakukan. Pasalnya sejauh ini, masih banyak warga Kota Bogor atau sebaliknya yang hilir mudik di tengah situasi pandemi  corona menggunakan transportasi umum.

Padahal, Kota Bogor sudah melakukan beberapa pembatasan operasional mulai dari penutupan mal sementara waktu, hotel, hingga pasar. Pemerintah Kota Bogor juga sudah memperpanjang masa kerja di rumah bagi Aparatur Sipil Negara dan memberikan imbauan kepada sektor swasta.

“Jika nanti benar lockdown, nanti kita siapkan skemanya, tetapi kita tetap harus menjaga pasokan sembako dan obat-obatan hingga medis terpenuhi. Teknisnya sedang kita rancang ada karantina terbatas dan karantina wilayah full Kota Bogor,” kata Dedie.



Sumber: BeritaSatu.com