Mendag Imbau BUMD DKI Turunkan Harga Masker

Mendag Imbau BUMD DKI Turunkan Harga Masker
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam sambutannnya dalam pembukaann Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 4 Maret 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 5 Maret 2020 | 21:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, mengimbau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI tidak menjual masker diatas harga normal di pasaran.

Baca: Penimbunan Masker Termasuk Kejahatan Ekonomi

Pernyataan ini untuk menanggapi pemberitaan tentang Perumda Pasar Jaya sebagai BUMD DKI menjual masker dengan harga Rp 300.000 per pack.

"Nanti kita imbau juga. Jadi nanti kita lihat disitu,” kata Agus Suparmanto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Ia kembali mengingatkan agar masyarakat atau pihak-pihak lain tidak melakukan penimbunan masker untuk dapat menjualnya dengan harga tinggi. Karena pemerintah tidak akan tinggal diam melihat permasalahan tersebut. Penindakan secara hukum sudah mulai dilakukan aparat kepolisian kepada pelaku penimbunan masker.

Baca: Penyebar Identitas Pasien Corona Bisa Dipidana

"Artinya kalau ada itu (harga diatas normal, red), artinya orang-orang ada melakukan penimbunan. Ini ada penindakan soal itu. Kalau masalah sanksi itu aparat. Nanti kalau terjadi penimbunan dan lainnya, itu aparat yang bertindak,” jelas Agus Suparmanto.

Ditegaskannya, pemerintah menjamin ketersediaan masker di Indonesia. Karena itu, pemerintah akan meningkatkan produksi masker di dalam negeri. Sehingga tidak ada kelangkaan masker ditengah merebaknya virus corona di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

"Nah kita juga soal produksinya ditingkatkan. Kalau ditingkatkan pasti akan turun lagi (harganya). Nanti kita produksinya kita tambah lagi,” ujar Agus Suparmanto.

Baca: Cegah Virus Corona, 156 Pasien Dalam Pengawasan

Dia juga mengimbau produsen masker untuk tidak mengekspor masker ke luar negeri, melainkan memenuhi kebutuhan masker di dalam negeri terlebih dahulu

"Intinya kita mengimbau para produsen utamanya, jangan di ekspor dulu. Utamakan kebutuhan dalam negeri. Kalau kebutuhan dalam negeri terpenuhi, otomatis semuanya akan menyesuaikan," tegas Agus Suparmanto.



Sumber: BeritaSatu.com