Musim Hujan, Pompa Air Tak Boleh Mati

Musim Hujan, Pompa Air Tak Boleh Mati
IIustrasi Banjir ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Bhakti Hariani / BW Kamis, 27 Februari 2020 | 13:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar bioteknologi lingkungan, Firdaus Ali meminta Pemprov DKI selalu menjaga pompa air agar tidak mati atau rusak.

Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan masih akan terjadi hujan ekstrem di Jakarta dan sekitarnya.

Firdais yang juga dosen teknik lingkungan dan sumber daya air Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini mengatakan, 478 buah pompa air yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta dengan kapasitas 469 meter kubik per detik jumlahnya masih sangat kurang untuk mengatasi banjir. Apalagi dari jumlah tersebut, pompa air ada yang rusak atau mati total.

"Harusnya Jakarta memiliki pompa yang jumlahnya lima kali lipat lebih banyak dari saat ini jika melihat dari frekuensi curah hujan yang turun. Lima kali lipat ini tidak berarti harus jumlah pompanya. Bisa juga jumlahnya tak harus sebanyak itu, tetapi satu buah pompa memiliki tenaga dan kapasitas besar," ujar Firdaus Ali kepada Beritasatu.com, Rabu (26/2/2020).

Sejak Januari 2020 hingga saat ini, Firdaus mencatat sudah terjadi banjir sebanyak delapan kali. Pada Januari lalu, 76 pompa mati dan 40 pompa rusak dari total 478 buah pompa.

"Saat ini saya belum tahu apakah ada yang rusak atau mati lagi atau tidak. Harusnya sebelum terjadi banjir, Pemprov DKI Jakarta sudah mempersiapkan pompa pompa. Jadi tidak ada yang rusak saat banjir tiba," kata Firdaus.

Diungkapkan, pada era Gubernur DKI Jakarta dijabat oleh Joko Widodo dan digantikan oleh Basuki Tjahaja Purnama, poma air selalu rutin dicek, terutama pada musim penghujan. Pompa-pompa tersebut dipastikan tidak rusak, solarnya dalam keadaan cukup, dan rumah pompa dalam kondisi baik. Selain itu juga dilakukan pengecekan di pintu-pintu air di seluruh Jakarta.

"Peristiwa banjir bukan suatu musibah yang tak bisa diprediksi. Banjir bisa kita antisipasi karena di musim penghujan. Tiap tahunnya sudah dapat kita ketahui kapaan hujan akan turun. Seharusnya bisa dilakukan persiapan maksimal agar banjir bisa dicegah. Ini bukan gempa bumi yang merupakan peristiwa alam yang tak bisa kita prediksi kapan akan terjadi," tutur Firdaus yang juga staf ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) ini.

Menghadapi musim hujan yang masih akan terjadi, Firdaus menyarankan agar Pemprov DKI senantiasa rajin mengecek kondisi pompa. Jika jumlahnya masih kurang maka bisa dicari alternatif dengan menyewa pompa terutama pompa mobile yang memiliki kapasitas besar.

"Kalau pengadaannya sulit dan makan waktu maka bisa sewa. Saatnya turun langsung dan mengatasi banjir. Jangan lagi ada wacana dan narasi. Langsung action," tegas Firdaus.

Dia juga mengingatkan, Pemprov DKI Jakarta harus lebih bersyukur bahwa dari delapan kali banjir, lima banjir di antaranya terjadi saat akhir pekan. Jika banjir terjadi di hari kerja tentu kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akan lebih besar lagi.

"Saatnya Pemprov DKI Jakarta serius menangani banjir. Sudah bukan waktunya lagi hanya bernarasi semata," pungkas Firdaus Ali.



Sumber: BeritaSatu.com