Alat Berat Dinas PU Tangsel Bantu Keruk Tanah Terpapar Radioaktif

Alat Berat Dinas PU Tangsel Bantu Keruk Tanah Terpapar Radioaktif
Petugas menggunakan alat pengukur radiasi surveymeter untuk memetakan sejuh mana paparan radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (17/2/2020). (Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal)
Ari Supriyanti Rikin / WBP Senin, 17 Februari 2020 | 10:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Pekerjaan Umum Tangerang Selatan (PU Tangsel) membantu upaya pembersihan atau dekontaminasi tanah di area terpapar radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, dengan alat berat (backhoe). Pembersihan kembali dilakukan Senin pagi (17/2/2020) setelah sehari sebelumnya sempat tidak dilanjutkan karena hujan deras. Kali ini kegiatan clean up diharapkan berlangsung lebih cepat karena dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Kepala Biro Hukum Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Heru Umbara mengatakan, alat ini merupakan pinjaman unit pelaksana teknis (UPT) alat berat, Dinas Pekerjaan Umum, Tangerang Selatan. "Saya atas nama Batan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Tengerang Selatan yang meminjamkan alat ini untuk mempercepat proses clean up," kata Heru Umbara di Jakarta, Senin (17/2).

Dalam pernyataan tertulisnya itu, Heru menjelaskan, peminjaman alat ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dalam menghadapi kedaruratan. Selama ini lanjutnya, Batan dan Pemkot Tangsel telah menjalin kerja sama yang baik khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesejahteraan masyarakat.

Terkait dekontaminasi, pekerjaan clean up dimulai Senin pagi pukul 09.00 WIB dengan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda sebelumnya. Diharapkan dengan menggunakan alat backhoe ini, pekerjaan clean up semakin cepat dan area yang terkontaminasi segera pulih dan dinyatakan normal kembali.

Selain pekerjaan clean up, pada hari yang sama juga akan dilakukan pemeriksaan whole body counting (WBC) kepada 9 orang warga di sekitar wilayah terpapar radiasi. "Pagi ini dilakukan pemeriksaan WBC kepada warga yang disampling oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)," ucap Heru Umbara.

Pelaksanaan pemeriksaan WBC ini lanjut Heru, dilakukan di klinik Batan yang berlokasi di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Kesembilan orang ini diberangkatkan dari Perumahan Batan Indah pukul 09.00 WIB.

Hasil dari pemeriksaan WBC ini diharapkan keluar setelah 2-3 hari ke depan. Berdasarkan hasil itu, menurut Heru, akan diketahui apakah warga tersebut terkena dampak radiasi atau tidak. "Berdasarkan pemeriksaan WBC ini dapat ditentukan langkah selanjutnya sesuai dengan ketentuan," kata Heru Umbara.

Agar pelaksanaan clean up dan pemeriksaan WBC berjalan dengan lancar, Heru berharap masyarakat tidak perlu khawatir karena kejadian ini telah ditangani oleh pihak yang berkompeten. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Dari pembersihan dan penangkatan tanah dan vegetasi sebelumnya berhasil dimasukkan ke dalam 87 drum. Kemudian, 87 drum ini dikirim ke pusat sementara penyimpanan limbah Batan.



Sumber: BeritaSatu.com