Usai Karantina di Natuna, 243 Orang Telah Kembali ke Rumah Sore Ini

Usai Karantina di Natuna, 243 Orang Telah Kembali ke Rumah Sore Ini
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, saat masa observasi pascaevakuasi dari Wuhan China di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa, 4 Februari 2020. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww)
Mikael Niman / CAH Sabtu, 15 Februari 2020 | 19:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 238 orang yang menjalani masa karantina di Natuna telah kembali ke daerahnya,‎ masing-masing, Sabtu (15/2/2020) sore. Ditambah, lima orang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok, yang dipulangkan ke Indonesia pacamerebaknya virus Korona (COVID-19).

"Sore ini, semua sudah mendarat di Halim‎. Langsung disambut dari perwakilan daerah, ada 30 provinsi yang menjadi tujuan pemulangan teman-teman kita dari Natuna," ujar Direktur Pencegahan Pencegahan dan ‎Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Anung Sugihantono, di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (15/2/2020) sore.

Dia mengatakan, pemerintah memastikan, ratusan warga yang menjalani masa isolasi di Natuna dalam keadaan sehat semua. Selanjutnya, mereka dapat berkumpul kembali bersama keluarga.

"Tidak ada pemantauan secara khusus yang harus diamati sehari-dua hari, tidak. Tetapi, sebagai bagian dari kewaspadaan keseluruhan mereka diminta untuk menginformasikan, apabila dalam waktu dekat dirasakan tidak nyaman dalam tubuhnya," katanya.

Negatif Virus Korona, WNI Terharu Boleh Pulang dari Karantina Natuna

Apabila ada keluhan di kemudian hari, pihaknya telah menyurati lembaga dan dinas daerah untuk memeriksa yang bersangkutan. ‎"Selama 14 hari di Natuna, mereka hanya diobservasi, tidak ada pengambilan tes specimen dari mereka, karena kita observasi, bukan konfirmasi, bukan pemeriksaan," tuturnya.

Lebih lanjut, ‎Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Marsma Jorry S Kaloay, mengatakan total ada 286 penumpang, yang telah diberangkatkan dari Natuna menuju ke Bandara Halim Perdanakusuma. "Dari 286 penumpang terdiri dari 243‎ penumpang dari Wuhan dan 43 kru TNI Angkatan Udara dan kru Batik Air. Semua sudah mendarat dan diarahkan langsung masing-masing penghubung dari daerah, untuk kembali ke daerah masing-masing," ujar Jorry ‎yang juga sebagai penghubung, mengkoordinasi kementerian, lembaga serta menyiapkan kekuatan TNI mendukung Ko‎mando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgapat)‎ di Natuna.

‎Ada tiga pesawat yang membawa 286 orang dari Natuna yakni dua pesawat Boeing Angkatan Udara‎ dan satu Hercules. Kedatangan rombongan pertama menggunakan Pewasat A7306 pukul 15.20 WIB membawa 100 orang.

Pesawat kedua mendarat 15.55 WIB yakni Hercules A1315 mengangkut penumpang sebanyak 90 orang dan pesawat ketiga mendarat 16.00 WIB‎ A7304 membawa sebanyak ‎96 penumpang. 

Observasi WNI dari Wuhan Berakhir, Istana Ucapkan Terima Kasih ke Warga Natuna

"Semua sudah diberangkatkan ke Halim Perdanakusuma. Saat ini yang tinggal di Natuna hanya tim pendukung, ada 112 orang yang hidup bersama mereka di ring 1," bebernya.

Namun, kata dia, hingga esok hari semua tim tersebut sudah pulang kembali, termasuk pembersihan limbah di Natuna sudah selesai dilakukan.

"Malam ini direncanakan akan kembali (meninggalkan Natuna) dan besok yang membersihkan limbah di Natuna mendarat di Halim Perdanakusuma," ucapnya.

Acara resmi pelepasan dilakukan di Natuna, bukan di Halim Perdanakusuma. ‎Bahkan, awak media tidak diperbolehkan wawancara dengan 238 WNI yang datang dari Wuhan.

Awak media menunggu di ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, sedangkan penumpang dari Natuna keluar dari Pintu Selatan Bandara Halim Perdanakusuma. 

 



Sumber: BeritaSatu.com