Ciduk Pemuda Bawa Boneka Isi Sabu, 5 Polantas Jakut Raih Penghargaan

Ciduk Pemuda Bawa Boneka Isi Sabu, 5 Polantas Jakut Raih Penghargaan
Polres Metro Jakarta Utara memberikan penghargaan kepada lima anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang mengamankan seorang pengendara motor membawa paket sabu dalam barang bawaan boneka, Selasa, 11 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / CAH Selasa, 11 Februari 2020 | 10:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lima anggota kepolisian Lantas Jakarta Utara mendapatkan penghargaan dari Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto. Penghargaan diberikan karena berhasil mengamankan seorang pemuda yang kedapatan membawa sabu yang disembunyikan dalam sebuah boneka di pertigaan lampu merah WTC Mangga Dua, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara pada Jumat (7/2/2020) lalu.

Kasat Wilayah Jakarta Utara, AKBP Slamet Widodo menyebutkan kejadian tersebut bermula dari seorang pemuda berinisial DW (21) yang mengemudikan Honda Beat nomor plat B-3868-UJO di Jalan Gunung Sahari Raya depan WTC Mangga Dua sekitar pukul 17.00 WIB.

"Awalnya dia saat hendak dihentikan karena tidak menggunakan helm oleh anggota kami yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas malah panik dan hendak berputar arah, sehingga anggota kami langsung menghentikan pemuda ini," ujar Slamet, Selasa (11/2/2020) di Mapolres Jakarta Utara.

Ternyata setelah diperiksa tubuh dan barang bawaannya, polisi menemukan ada bunyi mencurigakan dari boneka yang dibawa pemuda tersebut. Ketika dibuka dari salah satu bagian boneka ditemukan paket sabu seberat 10,46 gram. "Selanjutnya kita serahkan ke Polsek Pademangan untuk penanganan lebih lanjut," tambahnya.

Kapolsek Pademangan Kompol Joko menjelaskan tersangka saat itu hendak membawa paket sabu dari kediamannya di Cilincing menuju Penjaringan. "Masih kita lakukan pengembangan," kata Joko.

"Dalam penyalahgunaan narkotika di TL Mangga Dua diawali dari tersangka tidak menggunakan helm, didekati dia mencoba untuk kabur. Insting kepolisian, kalau dia takut dengan anggota pasti dia ada berbuat salah. Dilakukan penggeledahan terhadap tubuh, barang bawaan, dan motor pelanggar. Kita lakukan penangkapan sesuai standar operasional prosedur yang benar," kata Budhi. 

 



Sumber: Suara Pembaruan