Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai Capai 829 Meter Kubik

Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai Capai 829 Meter Kubik
Petugas kebersihan dibantu alat berat mengangkat sampah yang terbawa arus di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu 24 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / FER Sabtu, 8 Februari 2020 | 16:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Curah hujan yang tinggi di kawasan hulu telah berimbas pada munculnya sampah kiriman di Pintu Air Manggarai. Sebanyak 829 meter kubik sampah kiriman berhasil diangkut dari PA Manggarai ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Sebagian Kawasan Kemang Terendam Banjir

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengungkapkan, sejak Jumat (7/2/2020) sore, pihaknya menyiagakan personel dan alat berat untuk membersihkan sampah yang terbawa aliran sungai masuk ke Jakarta.

"Pada pukul 03.00 pagi, alat berat mulai bekerja memindahkan debris (sampah) dari badan sungai ke truk-truk. Pukul 12:00 WIB pengangkutan sampah dari emplasemen Pintu Air Manggarai tuntas dan berhasil diangkut sebanyak 829 meter kubik sampah,” kata Andono Warih, Sabtu (8/2/2020).

Andono mengatakan, jika sampah di Pintu Air Manggarai tidak segera diangkat, maka pintu air akan tersumbat dan air akan meluap ke permukaan yang bisa mengakibatkan banjir.

"Kami sudah antisipasi dengan menyiagakan semua jajaran UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di lokasi tersebut selama 24 jam. Sejak dini hari, petugas giat melakukan pengangkatan sampah,” ujar Andono Warih.

Pintu Air Karet dan Jembatan Merah Siaga 1

Dijelaskannya, proses pemindahan sampah dari Pintu Air Manggarai dilakukan dengan menggunakan satu unit alat berat Liebher dan satu unit excavator long arm. "Kehadiran alat berat, memudahkan petugas untuk mengangkat sampah," jelas Andono Warih.

Selain di Pintu Air Manggarai, petugas juga bersiaga di Kali Ciliwung Banjir Kanal Barar (BKB) Season City. Armada yang dikerahkan berupa excavator long arm dan excavator spider. Petugas dan armada juga disiagakan 24 jam di Jembatan Kali Ciliwung Kampung Melayu untuk mengantisipasi tumpukan sampah kiriman.

Andono Warih menambahkan, pihaknya sudah mengantisapasi kesiapan penanganan sampah di musim penghujan dengan menyiagakan satgas penanganan sampah musim penghujan. Di setiap lokasi rawan tumpukan sampah saat banjir kiriman ditempatkan petugas untuk memantau perkembangan situasi.

"Ketika terjadi tumpukan sampah, selain petugas eksisting di ruas tersebut, maka personel dan armada tambahan akan segera bergerak ke lokasi tersebut. Kita siaga 24 jam," tegas Andono Warih.



Sumber: BeritaSatu.com