Bandar Heroin Ditembak Mati Polisi

Bandar Heroin Ditembak Mati Polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / AMA Senin, 3 Februari 2020 | 15:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menembak mati bandar heroin berinisial J hingga meninggal dunia, lantaran melakukan perlawanan ketika diminta menunjukkan barang haram miliknya, di kawasan Jakarta Selatan, akhir Januari lalu. Sementara, tiga pengedar lainnya berhasil ditangkap.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Jakarta Senin (3/2/2020) mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula ketika Tim Unit II Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya memperoleh informasi adanya transaksi narkotika jenis heroin di kawasan Jakarta Selatan.

Setelah dilakukan penyelidikan, tim penyidik berhasil menangkap tersangka D dengan barang bukti tujuh gram heroin. "Kemudian dikembangkan oleh tim, dari inisial D muncul nama J, dan ditemukan 43 gram heroin di kendaraan bermotornya," ujar Yusri.

Penyidik, kata dia, terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringannya. Kemudian, penyidik kembali menangkap dua orang berinisial SW dan A. "Jadi ada empat pelakunya. J ternyata adalah bosnya yang merupakan bandar spesialis heroin," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik mendapatkan informasi kalau tersangka J masih menyimpan satu kilogram heroin. Tim penyidik pun meminta J agar menunjukkan barang haram itu. Namun, yang bersangkutan melawan dan petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan cara ditembak hingga meninggal dunia.

"Pada saat pengambilan itu tersangka J mencoba melakukan perlawanan terhadap petugas, dilakukan tindakan tegas terukur. Tersangka segera dibawa ke rumah sakit, namun di tengah jalan meninggal dunia," katanya.

Berdasarkan keterangan, tambah Yusri, tersangka J merupakan bandar heroin jaringan sekitar Jakarta Selatan. "Kami masih terus mendalami dari mana asal barang ini. Masih akan didalami lagi," tandasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara



Sumber: BeritaSatu.com