Riza Villano Siap Ubah Tangsel dengan Tiga Program

Riza Villano Siap Ubah Tangsel dengan Tiga Program
Bacalon Wali Kota Tangerang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Riza Villano Satria Putra (ketiga kiri). (Foto: Istimewa)
Jaja Suteja / JAS Selasa, 21 Januari 2020 | 13:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menggandeng Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pemilik nama lengkap Riza Villano Satria Putra (Riza Villano), siap masuk bursa pemilihan Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan dengan membawa tiga program yang mungkin tidak terpikirkan oleh para Bacalon lain.

Dari 18 yang mendaftarkan diri, Riza mengantongi nomor urut 9 yang dinilainya sebagai nomor yang baik. Bersama dengan tim suksesnya yang mengenakan kaos hitam bertuliskan 9, Riza mengikuti tahap administrasi dan wawancara sebagai Bacalon Walikota Tangsel melalui bendera PSI.

“Alhamdulillah saya sudah melalui tahap administrasi dan telah lulus. Menariknya saya berada di angka 9. Jadi saya pikir 9 itu menurut saya adalah angka yang baik, ya jadi saya tulis 9 semua, jadi kita semua pakai nomor 9,” ujarnya di sela-sela pendaftarannya di Kantor DPP PSI Jakarta, 18 Januari 2020 lalu.

Menjawab pertanyaan tentang kesiapannya, secara tegas Riza menjawab sudah siap baik secara psikologi, fisik, dan sebagainya. Bahkan dirinya mengakui, siap memenangkan pertarungan Pilwalkot Tangsel 2020.

“Saya hargai semua para kontestan dan saya juga mengapresiasi para kontestan. Ini adalah sesuatu hal yang baik, di mana PSI telah menunjukkan kepada dunia, bahwa inilah seharusnya demokrasi. Di mana semua orang itu memiliki kesempatan untuk maju. Dan saya berharap, tentunya saya yang terpilih. Tetapi andai pun saya tidak tidak terpilih, saya akan mendukung siapapun yang dipilih oleh PSI,” ungkapnya dengan besar hati.

Kesiapannya bukan tanpa dasar, menurut pengakuannya dirinya memiliki program yang menurutnya terbaik. Terbaik dari seluruh peserta Konvensi PSI, bahkan terbaik di Indonesia. Dirinya ingin membuat Tangerang Selatan menjadi ibu kota mahasiswakarena sekarang sudah banyak sekali kampus-kampus.

“Jadi kita akan gairahkan itu. Lalu kita akan melanjutkan industri film di sana. Membuat industri kreatif di Tangsel, lalu kita akan buat religi center di sana. Tempat-tempat ibadah seperti replika Taj mahal, Grand Katedral di Barcelona, kita akan bangun di sana," kata Riza.

"Lalu saya tadi sampaikan juga kepada tim panelis bahwa saya mendengar ada wacana beberapa kota satelit itu mau bergabung dengan Jakarta. Saya menganggap itu tidak perlu. Justru harus dilahirkan sebuah pemikiran baru di mana Tangsel, Depok, Bogor, dan Bekasi itu membuat sebuah daerah pemekaran baru dan menjadi sebuah daerah baru,” katanya.

Bahkan, dalam rencananya jika terpilih, Riza sudah mengantongi nama bagi Tangsel ke depan. Terinspirasi dengan Kota Media, dirinya akan mengadopsi nama tersebut untuk Kota Tangsel yakni bernama Medina.

“Medina, ya saya menyukai kota Madinah. Saya sudah berkeliling dunia, saya pernah ke Eropa, saya pernah ke Arab Saudi, saya pernah ke mana-mana ini hanya merujuk kepada Medina. Saya mengusulkan itu saya menyuarakan itu. tentunya akan melalui proses yang panjang tetapi itu lebih baik daripada kita bergabung dengan DKI Jakarta,” ungkapnya.

Dari ketiga program yang direncakannya dari mulai Kota Mahasiswa, Kota Medina hingga Kota Studio, dirinya menekankan seluruhnya memiliki urgensi yang sama. Bahwa pihaknya nanti akan membangun universitas internasional, lalu membangun sebuah kawasan lengkap dengan studio-studio film dan sebagainya.

“Coba lihat sekarang semua orang jadi Youtuber jadi blogger, bikin film pendek. Industri tersebut merebak di Indonesia dan tidak tidak sedikit orang yang tertarik. Tetapi hanya sedikit orang yang bisa melihat itu dengan dengan pikiran jernih. Saya yang bisa melihat itu,” imbuhnya.

Namun, dirinya mengakui hal tersebut bisa tercapai jika dirinya menjadi wali kota Tangsel. "Ketika para pemuda berkreasi dan mendapatkan hasil yang bagus, bakat-bakat mereka perlu disalurkan. Tentunya bekerja sama dengan bank, bekerja sama dengan investor untuk mendanai proyek-proyek mereka membuat industri film," papar Riza.

“India bisa buat Bollywood, bisa masuk ke pasar dunia. Dengan diadakannya pusat pusat film Indonesia itu akan membuat Indonesia menjadi bangsa yang diperhitungkan. Untuk mewujudkan impian itu, saya harus jadi wali kota dahulu, karena jika tidak jadi wali kota itu akan sulit untuk saya,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com