Pencemaran Nama Baik Pramugari, Polisi akan Periksa 8 Saksi dan 3 Ahli

Pencemaran Nama Baik Pramugari, Polisi akan Periksa 8 Saksi dan 3 Ahli
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. ( Foto: Antara / Fianda Rassat )
Bayu Marhaenjati / RSAT Senin, 20 Januari 2020 | 20:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi berencana memeriksa delapan orang saksi dan tiga saksi ahli, terkait laporan pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti tentang kasus dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan pemilik akun Twitter @digeeembok.

"Rencana 8 saksi lagi yang akan dipanggil karena memang cuitan tersebut menyebut nama teman-teman dan staf garuda," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Senin (20/1/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik juga mengagendakan memeriksa tiga orang saksi ahli untuk dimintai keterangannya, minggu depan.

"Kita jadwalkan minggu depan periksa saksi ahli. Ada tiga saksi ahli yang akan kita coba minta keterangannya. Pertama saksi ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli pidana," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, setelah selesai melakukan pemeriksaan, penyidik akan gelar perkara untuk menentukan apakah ada unsur pelanggaran pidana dalam kasus ini atau tidak. Apabila memenuhi unsur, maka akan naik ke tingkat penyidikan.

"Untuk akun @digeeembok masih terus dilakukan penyelidikan, semoga secepatnya diketahui siapa pemilik akun ini," katanya.

Menurut Yusri, penyidik sudah memeriksa Siwi selama kurang lebih 5 jam terkait laporan yang dibuatnya, di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

"Ada beberapa pertanyaan yang sudah dilayangkan kepada yang bersangkutan, mengarah kepada bagaimana pekerjaannya, sudah berapa lama kerja di Garuda, dia menyampaikan statusnya adalah kontrak 2 tahun di Garuda, sebelumnya dia pernah bekerja di salah satu maskapai penerbangan lain. Kemudian, juga tentang adanya pelaporan yang bersangkutan di Krimsus Polda Metro Jaya, dia sampaikan membaca di salah satu akun @digeeembok ada namanya disangkutkan, dia merasa nggak terima dan melaporkan," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Siwi melalui pengacaranya, telah membuat laporan kasus dugaan pencemaran nama baik, yang diduga dilakukan pemilik akun Twitter @digeeembok ke Polda Metro Jaya. Siwi meradang karena disebut sebagai "gundik" atau simpanan salah satu petinggi maskapai Garuda Indonesia.

Laporannya tercacat dalam nomor LP/ 8420/ XII/ 2019/ PMJ/ Dit. Reskrimsus, tertanggal 28 Desember 2019, terkait kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik yang diatur Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 43 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 soal perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.



Sumber: Suara Pembaruan