Penuhi Panggilan Penyidik, Pramugari Siwi Widi Dicecar 42 Pertanyaan

Penuhi Panggilan Penyidik,  Pramugari Siwi Widi Dicecar 42 Pertanyaan
Siwi Widi Purwanti. ( Foto: Instagram )
Bayu Marhaenjati / RSAT Senin, 20 Januari 2020 | 19:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti, rampung menjalani pemeriksaan sebagai pelapor kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan pemilik akun Twitter @digeeembok, di Mapolda Metro Jaya, Senin ini. Penyidik memberikan 42 pertanyaan kepada Siwi saat pemeriksaan.

"Tadi klien kami Siwi Widi sudah memberikan keterangannya dalam interview yang dilaksanakan oleh Ditreskrimsus, dengan pengajuan 42 pertanyaan. Itu menyangkut pertanyaan-pertanyaan soal laporan polisi yang kita sudah masukan sejak 28 Desember lalu," ujar pengacara Siwi, Vidi G Syarif, Senin (20/1/2020).

Dikatakan Vidi, pertanyaan yang diajukan penyidik seputar postingan di akun Twitter @digeeembok. "Ya terkait postingan di Twitter @digeeembok yang telah merugikan klien kami dan merupakan fitnah yang tidak berdasar dan tidak ada kebenarannya sama sekali," ungkapnya.

Vidi menyampaikan, kliennya berharap kasus yang dilaporkannya segera terungkap dan terbuka secara terang-benderang supaya jelas kalau tudingan yang disampaikan tidak benar.

"Kita enggak berbicara permintaan maaf sudah ada tindak pidana, di situ jelas Pasal 27 ayat 3 ITE, kemudian Pasal 310 dan 311 KUHP. Jadi tentunya penyidik yang akan mendalaminya," katanya.

Menurut Vidi, kliennya telah menyerahkan bukti-bukti postingan akun Twitter @digeeembok kepada penyidik, termasuk mengajukan beberapa saksi agar bisa membantu penyidik mendalami kasus ini.

"Saya tidak bisa menyampaikan siapa-siapa saksinya karena sudah kewenangan penyidik, jadi kami menyerahkan semua proses pendalaman dan penyelidikan langsung oleh penyidik," tandasnya.

Sementara itu, Siwi menuturkan, pemilik akun @digeeembok merupakan orang yang hanya mau ambil keuntungan.

"Orang yang mau ambil keuntungan. Siap (bila dimintai keterangan lagi), pastilah. Iya saya masih kontrak 2 tahun, dari 2019 di Garuda," katanya.

Sebelumnya diketahui, Siwi melalui pengacaranya, telah membuat laporan kasus dugaan pencemaran nama baik, yang diduga dilakukan pemilik akun Twitter @digeeembok ke Polda Metro Jaya. Siwi meradang karena disebut sebagai "gundik" atau simpanan salah satu petinggi maskapai Garuda Indonesia.

Laporannya tercacat dalam nomor LP/ 8420/ XII/ 2019/ PMJ/ Dit. Reskrimsus, tertanggal 28 Desember 2019, terkait kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik yang diatur Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 43 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 soal perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.



Sumber: Suara Pembaruan