Perbaikan Tanggul Muara Baru Ditargetkan Rampung Maret 2020

Perbaikan Tanggul Muara Baru Ditargetkan Rampung Maret 2020
Suasana terkini tanggul pengaman pantai Jakarta di sisi Timur Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Muara Baru Jakarta Utara pada Senin (13/1/2020) siang. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / CAH Selasa, 14 Januari 2020 | 14:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menargetkan perbaikan sepanjang 176 meter tanggul pengaman pantai Jakarta di sisi Timur Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Muara Baru Jakarta Utara yang roboh 3 Desember 2019 rampung pada akhir Maret 2020.

"Target kita di akhir Maret 2020 proses perbaikan ini sudah selesai. Inikan tergantung curah hujan, karena hujannya beberapa waktu terakhir cukup intens. Kalau hujan deras aktivitas pemancangan akan terhenti untuk menjamin keselamatan pekerja menghindari potensi musibah kecelakaan kerja," ujar pejabat Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) Dirjen SDA Kementerian PUPR, Ferdinanto, Selasa (14/1/2020) siang kepada Beritasatu.com di Jakarta.

Ia menyebutkan saat ini pihaknya tengah melakukan pengerjaan pengukuran, persiapan pemancangan, melakukan penimbunan dan membuat landasan alat pancang.

"Hasil investigasi dari Pusair sudah keluar, sehingga kami bisa melakukan pemancangan kembali. Penyebab robh yang terakhir itu penjelasan teknisnya karena tekanan aktifnya lebih besar daripada tekanan pasif sehingga menyebabkan tanggul miring dan rubuh. Sehingga counter weight pemberat nya si blok beton nya turun.

Apalagi kondisi di sana juga cukup tinggi land subsidence-nya dimana hasil penelitian Pusair Kementerian PU pada November 2019 disana penurunan permukaan tanah mencapai 10 cm/tahun.

Untuk itu mencegah kejadian rubuh agak tidak kembali terulang, nantinya di depan tanggul nanti akan diberikan bolder counter weight sehingga antara tekanan aktif dan tekanan pasifnya sama dan tidak sampai menimbulkan runtuh lagi," tambah Ferdinanto.

Lebih lanjut untuk pembiayaan perbaikan tanggul yang roboh akan dilakukan oleh kontraktor terkait.

"Belum ada rincian biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan dinding tanggul tersebut. Tapi aspek teknisnya harus sesuai dengan desain, tidak boleh di bawahnya," tandas Ferdinanto.

Menurut hasil pengamatan Beritasatu.com di lokasi tanggul yang roboh pada Senin (13/1/2020) siang kemarin, kegiatan pemancangan belum dimulai. Namun ada sebuah alat berat sudah mulai melakukan penimbunan tanah untuk persiapan pemancangan. Kondisi sekitar area proyek memang selalu tergenang banjir rob dengan ketinggian 10-30 sentimeter. 



Sumber: Suara Pembaruan