Sepekan, Jalan Layang RE Martadinata Bogor Diuji Coba

Sepekan, Jalan Layang RE Martadinata Bogor Diuji Coba
Menggunakan sepeda motor, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto (depan) secara resmi membuka masa uji coba jalan layang RE Martadinata untuk umum, Jumat, 10 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Sabtu, 11 Januari 2020 | 12:50 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto secara resmi membuka masa uji coba jalan layang RE Martadinata untuk umum. Uji coba akan berlangsung selama sepekan.

Proses pembangunan jalan layang atau flyover RE Martadinata, di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor sudah mencapai 100 persen. Proyek yang memakan waktu kurang lebih satu tahun itu, akhirnya kini bisa diuji coba selama sepekan ke depan.

Menurut Bima, proyek ini dibangun dengan menggunakan Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 97,4 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

“Pada hari ini secara resmi saya buka masa uji coba selama seminggu ke depan. Nantinya tim pemkot yang terdiri dari Dishub, Dinas PUPR, serta rekan-rekan kepolisian yang selama seminggu ke depan akan memonitor dan mengevaluasi,” ucap Bima, Jumat (10/1/2020).

Bima juga berharap dalam masa uji coba ini tidak ada hal-hal di luar perhitungan, sehingga minggu depan jalan layang yang dibangun selama satu tahun itu resmi bisa digunakan untuk umum. Bilamana ada kendala teknis di lapangan, Bima Arya akan melalukan evaluasi setelah uji coba.

“Perihal titik putarannya, nanti kita lihat setelah uji coba, apakah perlu penyesuaian atau tidak. Untuk saat ini kita kasih barrier dulu di tengahnya,” tutur Bima. Dia mengungkapkan, perihal Surat Laik Fungsi (SLF) juga akan segera menyusul selama durasi seminggu ke depan.

Dalam uji coba itu, tak lupa Bima Arya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo melalui Kempupera yang telah merealisasikan harapan warga yang sudah lama merasakan kemacetan di kawasan tersebut.

“Saya ingat waktu itu hari pertama Pak Presiden pindah ke Bogor. Pak Jokowi mengundang saya. Saya menyampaikan kepada beliau beberapa persoalan di Kota Bogor, salah satunya ini Martadinata. Ini hanya beberapa meter dari pintu istana tapi macetnya luar biasa, mohon dibantu. Saat itu Pak Jokowi langsung memproses,” tandasnya.

Sementara itu, HSE Inspector Proyek Pembangunan Flyover Jalan Martadinata, Agam Riskalloh Al-Amin mengaku lega atas diresmikannya masa uji coba flyover ini. Pasalnya, saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu SLF keluar dari Kempupera.

“Kalau sudah diuji cobakan seperti ini tentu saya merasa lega. Jadi, tahap kami tinggal satu langkah lagi, sambil menunggu SLF keluar. Semoga saja SLF bisa keluar secepatnya. Itu saja harapan kami,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com