Juli 2020, DKI Larang Penggunaan Kantong Plastik

Juli 2020, DKI Larang Penggunaan Kantong Plastik
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / YUD Selasa, 7 Januari 2020 | 17:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menerbitkan Peraturan Gubernur ( Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Pergub tersebut ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 27 Desember 2019 dan telah diundangkan pada 31 Desember 2019.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rahmawati menyebut Pergub tersebut akan diberlakukan pada Juli 2020. Sebelum diterapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi selama enam bulan.

“Sebelum kita terapkan, kita akan lakukan sosialisasi dulu selama enam bulan sejak diundangkan,” kata Rahmawati, Selasa (7/1/2020).

Sosialisasi diperlukan agar warga bersama pengusaha retail, pengelola pusat perbelanjaan hingga pedagang di pasar tradisional dapat memahami dan mengetahui adanya aturan tersebut. Bahwa, mulai Juli 2020, penggunaan kantong plastik dilarang di Jakarta.

“Dengan begitu, toko atau pasar tidak lagi menyediakan kantong plastik. Maka warga harus membawa tas belanja sendiri saat berbelanja,” ujar Rahmawati.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Andoro Warih membenarkan Pergub larangan penggunaan kantong plastik di Jakarta sudah diterbitkan Pemprov DKI. "Pergubnya sudah diterbitkan," kata Andoro Warih.

Dalam Pergub tersebut dimuat aturan, Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai kepada pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat. Mereka diwajibkan menggunakan kantong belanja ramah lingkungan.

Selain itu Pengelola pun diwajibkan memberitahukan aturan tersebut berada para pelaku usaha. Lalu para pelaku usaha dilarang menyediakan kantong plastik sekali pakai dan diganti kantong ramah lingkungan yang berbayar.

Ditempat terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pergub larangan penggunaan kantong plastik diterbitkan untuk mendukung lingkungan yang sehat dan ramah. Karena perubahan lingkungan yang luar biasa, salah satunya diakibatkan plastik.

“Kita menyadari perubahan lingkungan yang luar biasa. Dan salah satu kontributornya adalah plastik. Tidak semua plastik bermasalah karena ada plastik yang bisa diolah juga. Di rumah sakit, banyak berbasis plastik, itu bisa diolah. Tetapi kita membuat peraturan khusus terkait kantong plastik. Kita imbau kesabaran untuk mengurangi limbah plastik,” jelas Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com