Kunjungi Katulampa, Bima Arya: Curah Hujan di Puncak Masih Tinggi

Kunjungi Katulampa, Bima Arya: Curah Hujan di Puncak Masih Tinggi
Petugas BPBD Kota Bogor memantau tinggi muka air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/1/2020). Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak Selasa (31/12/2019) malam tersebut menyebabkan tinggi muka air di Bendung Katulampa, Bogor naik menyentuh 170 cm dengan status siaga dua. ( Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah )
/ WBP Rabu, 1 Januari 2020 | 13:49 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengunjungi Bendung Katulampa di Kota Bogor, Rabu (1/1/2020) pada kondisi Siaga II. Dia mengingatkan warga di daerah aliran sungai (DAS) untu waspada dan mengantisipasi kemungkinan datangnya bencana banjir dan longsor.

"Saat ini, saya berada di Bendung Katulampa. Kondisinya permukaan air tinggi mencapai 170 cm dan statusnya Siaga II," kata Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi Bendung Katulampa, di Kota Bogor, Rabu.

Depok Banjir, Longsor dan Listrik Padam

Menurut Bima Arya, warga yang tinggal di daerah aliran sungai Ciliwung harus waspada dan mengantisipasi datangnya banjir. "Petugas maupun warga agar terus berkoordinasi guna mengantisipasi bencana. Semoga tidak terjadi apa-apa," kata Bima Arya.

Anies Perkirakan Banjir Kiriman Sampai Jakarta Pukul 15.00 WIB

Berdasarkan informasi dari petugas, menurut Bima, curah hujan di bagian hulu yakni di kawasan Puncak Bogor masih tinggi. Bima juga mengingatkan warga Kota Bogor dan sekitarnya, terutama yang tinggal di daerah aliran sungai, untuk mengantisipasi datangnya bencana banjir.

Bima mengingatkan, Lurah dan Camat untuk terus siaga, terutama di 13 kelurahan di Kota Bogor yang dilalui aliran sungai Ciliwung.

Sementara itu, petugas pintu air Bendung Katulampa, Andi Sudirman mengatakan, tinggi permukaan air d Bendung Katulampa naik menjadi 170 cm atau Siaga II sejak sekitar pukul 07.30 WIB.

Andi Sudirman mengingatkan, warga Bogor dan Jakarta terutama yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai Cilieung agar bersiaga dan mengantisipasi, karena aliran air dari Bogor ke Jakarta akan mengalir dalam waktu delapan hingga 12 jam.



Sumber: ANTARA