Depok Banjir, Longsor dan Listrik Padam

Depok Banjir, Longsor dan Listrik Padam
Rumah warga di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Cinere yang mengalami longsor saat tengah dievakuasi oleh bantuan warga setempat. ( Foto: Suara Pembaruan/Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / CAH Rabu, 1 Januari 2020 | 13:36 WIB

Depok, Beritasatu.com - Curah hujan yang tinggi sejak malam pergantian tahun 2019 menuju 2020, Rabu (1/1/2020) membuat sejumlah wilayah di Kota Depok, Jawa Barat mengalami banjir, longsor dan listrik padam.

Salah satu rumah di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Cinere, mengalami longsor. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Welman Naipospos mengatakan, longsor terjadi di sebuah rumah di wilayah tersebut.

"Tiga orang tertimbun longsor. Oni sudah kami temukan. Sedangkan satu orang lagi masih tertimbun longsor dan saat ini tim kami masih terus melakukan evakuasi dengan bantuan masyarakat dan aparat setempat," ujar Welman kepada SP, Rabu (1/1/2020) di Depok, Jawa Barat.

Tidak hanya longsor, Depok juga dilanda banjir. Sebanyak empat rumah di RT 03/RW 04, Kelurahan Pasir putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok terendam banjir hampir setinggi atap rumah. Selain itu banjir juga memutuskan jembatan penghubung warga Pasir Putih dari arah Sawangan menuju ke arah Cipayung.

Warga sekitar, Iwan menuturkan, banjir tersebut disebabkan longsornya tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Depok ke Kali Pesanggrahan. Dampak dari longsornya sampah itu membuat aliran Kali Pesanggrahan tersumbat sehingga nyaris menenggelamkan rumah warga.

"Sebenarnya air mulai naik pukul 17.00 WIB, Selasa (31/12/2019) akibat turun hujan dari pukul 16.00 WIB dan hujan sempat berhenti beberapa jam, hingga dini hari habis tahun baruan hujan turun lagi dan sekarang sudah hampir seatap rumah," kata Iwan.

Dia berharap Pemkot Depok segera bergerak untuk mengatasi banjir ini. "Sudah jelas penyebabnya sampah dari TPA Cipayung longsor ke Kali Pesanggrahan sehingga aliran kali terbendung dan banjir masuk ke rumah warga. Saya berharap Pemkot Depok segera bergerak memberikan bantuan," kata Iwan.

Sementara itu di wilayah lainnya juga terjadi banjir yakni di Jalan H. Kocen, Kecamatan Sukmajaya. Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan aliran listrik di Depok terputus. Salah satu wilayah yang hingga kini juga belum menyala listriknya sejak pukul 08.00 pagi adalah wilayah Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas. Padamnya listrik juga terjadi di Kampung Bambon, Jalan Raya Bojong Gede dan Kampung Rawa Panjang.

Manajer PLN Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Depok Putu Eka Astawa mengatakan, mati listrik di beberapa wilayah di Depok disebabkan oleh tumbangnya sebuah pohon yang menimpa jaringan listrik. Tak hanya itu, beberapa gardu milik PLN di Gandul, Kecamatan Cinere juga terendam banjir.

"Petugas kami terus berupaya menormalisasi jaringan. Tidak bisa cepat karena air belum surut dan bisa membahayakan. Segera jika air surut kami akan lakukan normalisasi," kata Putu kepada SP.

Wali Kota Prihatin

Sementara itu, menanggapi banyaknya musibah bencana alam di Depok, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan keprihatinannya atas kasus banjir dan longsor.

"Kami akan berusaha menurunkan bantuan semaksimal mungkin dan sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintahan khususnya yang terkait langsung untuk proaktif memantau dan sekaligus menurunkan satgas dan alat-alat bantuan lainnya kepada masyarakat," ujar Idris, Rabu (1/1/2020).

Wali kota juga mengajak komponen masyarakat dan warga untuk saling membantu saudara kita yang terkena bencana banjir dan longsor di wilayahnya.

"Ya Allah Tuhan Yang Maha Esa, jadikan hujan ini sebagai rahmat bagi kami bukan sebagai mara bahaya, aman dan selamatkan kami. Aamiin yaa robbal aalamiiin," kata Idris.



Sumber: BeritaSatu.com