Pemkot Bogor Tetap Berkomitmen Cari Solusi GKI Yasmin

Pemkot Bogor Tetap Berkomitmen Cari Solusi GKI Yasmin
Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan keterangan terkait penyelesaian GKI Yasmin di Balai Kota Bogor, Kamis (19/12/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Kamis, 19 Desember 2019 | 21:56 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menunjukkan komitennya untuk penyelesaian GKI Yasmin. Sebagai tahap awal, pemkot terus membuka dialog bersama jemaat GKI Yasmin, warga Kota Bogor, juga para tokoh agama.

Hal itu dikatakan Wali Kota Bima Arya usai bertemu dengan perwakilan GKI Yasmin, MUI, dan Komnas Ham, di Balai Kota Bogor, Kamis (19/12/2019). Dalam kesempatan itu, Bima menyampaikan ada tiga hal terkait penyelesaian GKI Yasmin yang 16 tahun masih jadi ganjalan bagi kepemimpinan Bima.

”Pemerintah kota untuk terus membangun komunikasi dengan semua pihak untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah secara komprehensif. Hal ini untuk memastikan agar kebijakan yang diambil dapat sepenuhnya menjamin pemenuhan hak jemaat, baik dalam jangka pendek dan utamanya keberlanjutannya dalam jangka panjang,” paparnya.

Kata Bima, sebagai langkah awal pada tahap pertama yakni proses penyamaan persepsi. Pemkot terus menerus menjembatani komunikasi berbagai pihak dengan melibatkan Jemaat GKI Pengadilan, Majelis Sinode, Forum Kerukunan Umat Beragama, Majelis Ulama Indonesia dan berbagai lembaga seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Saat ini telah terbangun kesepahaman bahwa penyelesaian masalah tersebut harus berorientasi pada pencarian solusi dengan fokus kepada potensi dan tantangan ke depan. Pemerintah kota dan berbagai tokoh agama saat ini melihat bahwa masalah dari kontroversi masa lalu hanya akan menghambat proses penyelesaian karena sulitnya menemukan titik temu bersama,” katanya.

Selanjutnya, pembentukan tim bersama. Setelah melalui proses komunikasi yang cukup panjang, pada bulan Agustus 2019, terbentuk tim Penyelesaian sarana tempat ibadah di area Taman Yasmin. Lanjut Bima, tim ini terdiri dari unsur Pemkot Bogor dan pihak GKI.

“Pembahasan selama setahun terakhir dilakukan oleh tim ini secara rutin. Tim bersama melakukan analisa terkait situasi yang sedang berkembang untuk menemukan rekomendasi penyelesaian yang bisa diterima oleh semua pihak,” katanya.

Pemerintah kota juga berkonsultasi dengan pemerintah pusat termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama dan Komnas HAM untuk mendapatkan masukan terkait penyelesaiannya secara komprehensif dengan pendekatan damai dan mendorong harmoni di tingkat masyarakat.

Langkah berikutnya, pemkot dan berbagai pihak sepakat untuk menjaga proses komunikasi yang sedang bejalan dan menjaga kondusifitas Kota Bogor demi penyelesaian yang berorientasi pada tidak hanya pendirian rumah ibadah tetapi juga kerukunan dan harmoni sosial yang berkelanjutan.

“Prinsipnya sangat penting, pemkot menjamin tersedianya tempat ibadah bagi saudara-saudara kita GKI Yasmin,” tegas Bima.

Ketua Tim Arif yang merupakan perwakilan dari GKI menyambut komitmen Pemkot Bogor untuk menyelesaikan pembangunan GKI Yasmin. Ia melihat, diperlukannya GKI di Yasmin karena kapasitas GKI di Jalan Pengadilan sudah tidak menampung jemaat.

“Kehadiran pemkot Bogor sangat kami perlukan untuk pembangunan gereja di area Yasmin karena GKI Pengadilan membutuhkan sarana tempat ibadah baru,” katanya.

Ke depan, pihak GKI pun mendukung agar terciptanya Kota Bogor sebagai kota yang harmonis dan toleran kepada semua agama.



Sumber: BeritaSatu.com