Petugas Kejar 1 Juta Kendaraan Tak Bayar Pajak

Petugas Kejar 1 Juta Kendaraan Tak Bayar Pajak
Petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta sedang mengejar satu juta kendaraan yang belum membayar pajak di wilayah Jakarta Selatan. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Selasa, 17 Desember 2019 | 20:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta sedang mengejar satu juta kendaraan yang belum membayar pajak di wilayah Jakarta Selatan.

"Di Jakarta Selatan ada 1 juta kendaraan bermotor yang belum daftar ulang, dari jumlah itu didominasi kendaraan roda dua sebanyak 70 persen, sisanya roda empat. Itu ada potensi (pajaknya) sekitar Rp 500 miliar," kata Kepala Samsat Jakarta Selatan, Khairil Anwar, di PIM 2, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Menurut Khairil, kendaraan yang diincar akan dikejar terus sampai dapat, termasuk melakukan inspeksi door to door hingga razia di jalan-jalan.

"Himbauan sudah kita berikan tidak direspons, terus kita door to door ke rumah, mobil tidak ada di rumah kemudian kita akan kejar terus ke mall, apartemen, lalu kita razia," ujar Khairil.

"Sejauh ini di beberapa mal kami sudah melakukan penelusuran terhadap kendaraan yang belum daftar ulang itu sebanyak 72 kendaraan bermotor," imbuh Khairil.

Razia berlangsung di empat mal, yakni Pondok Indah Mal 2, Mal Gandaria City, Kota Kasablanka, dan Senayan City, Jakarta Selatan.

Petugas BPRD DKI Jakarta memasangkan flyer di mobil yang telat membayar pajak dalam jangka setahun. Sticker juga dipasang di mobil yang dua tahun telat membayar pajak.

BPRD akan memberikan keringanan 50 persen kepada kendaraan yang pajaknya mati dan belum membayar di 2019. Keringanan sesuai Peraturan Gubernur Nomor 89 Tahun 2019 dan Nomor 90 Tahun 2019 mengenai Pemberian Keringanan Pokok Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).

"Sementara untuk pokok pajaknya 2012 ke bawah itu di kurangi 50 persen, dendanya dihapuskan," jelas Khairil.

Khairil berharap masyarakat memanfaatkan keringanan pajak yang berlaku sampai 31 Desember 2019. Khairil memastikan bakal terus melakukan razia hingga akhir 2019.



Sumber: BeritaSatu TV