Dua Tahun Jadi Gubernur, Ini Klaim Keberhasilan Anies

Dua Tahun Jadi Gubernur, Ini Klaim Keberhasilan Anies
Anies Baswedan. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / YUD Selasa, 15 Oktober 2019 | 21:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan untuk mewujudkan Wajah Baru Jakarta ini, ada 14 program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang sudah berjalan selama dua tahun dia menjabat sebagai gubernur.

“Keempat belas program unggulan itu adalah penataan trotoar, integrasi transportasi, pembangunan taman kota, pengadaan rumah DP 0 Rupiah, pembagian kartu kesejahteraan, distribusi pangan murah, dan perlindungan perempuan dan anak,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Kemudian, melakukan beragam pagelaran bergengsi di Jakarta, program makanan tambahan untuk anak sekolah, perluasan penerima manfaat penggratisan pajak bumi dan bangunan, pengaspalan jalan kampung, aksesibilitas Pulau Seribu hingga hibah untuk Guru PAUD.

Dalam hal penataan trotoar, lanjut Anies Baswedan, selama dua tahun berjalan Pemprov DKI Jakarta sudah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 kilomoter. Angka ini akan bertambah karena di tahun 2020, Pemprov sudah menargetkan penambahan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer.

Penataan trotoar juga akan dilengkapi berbagai fasilitas, yakni bidang miring dan ubin pemandu, lift untuk ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas, fasilitas keamanan berupa CCTV dan satpol PP, hingga pelican crossing. Trotoar ini juga terintegrasi dengan bus Transjakarta, MRT serta LRT. Sementara itu koridor Sudirman – Thamrin sudah dilengkapi way finding.

Di bidang transportasi, Pemprov DKI Jakarta dengan serius melakukan penyempurnaan atas integrasi antarmoda. Hal ini salah satunya dilakukan dengan peningkatan jumlah rute Transjakarta, dari 109 di tahun 2017 bertambah jadi 220 rute di tahun 2019. Jumlah armada juga bertambah dari 2.380 di tahun 2017, menjadi 3.548 armada di tahun 2019.

Selain itu, moda transportasi di Jakarta juga menjadi semakin terintegrasi melalui program Jak Lingko, yang tersambung dengan dengan MRT dan LRT. Selama uji publik 11 Juni – 13 Oktober 2019, LRT telah melayani 798.000 penumpang.

“Dengan langkah penyempurnaan ini, penggunaan transportasi umum meningkat pesat, di mana dalam dua tahun terakhir, jumlah penumpang Transjakarta naik hampir dua kali lipat ke kisaran 640.000 orang per hari. Sebagai perbandingan, sejak program ini dimulai pada tahun 2004 hingga tahun 2017 jumlah rata-rata penumpang harian hanya ada di kisaran 300.000 penumpang per hari,” terang Anies Baswedan.

Untuk fasilitas trotoar dan integrasi transportasi, menurut Anies Baswedan, semakin lengkap dengan keberadaan taman kota. Pemprov DKI telah mencanangkan program 60 Taman Maju Bersama (TMB) sejak tahun 2017 sampai tahun 2019. Dengan target 200 Taman Maju Bersama hingga tahun 2022.

Adapun prinsip dari TMB ini adalah kolaboratif, ramah anak dan multifungsi. Taman-taman yang tersebar di berbagai daerah di Jakarta ini juga menyediakan berbagai macam fasilitas. Seperti lapangan olahraga, lapangan multifungsi, gedung serbaguna, gazebo, zona Apotik hidup, area senam hingga jogging track.

“Untuk memastikan pemeratan kesejahteraan warga, Pemprov mengerjakan beberapa program yang terintegrasi. Dalam hal pengadaan rumah layak dan terjangkau, pada tahun 2019 rumah DP 0 Rupiah di Nuansa Pondok Kelapa selesai dibangun dengan jumlah sebanyak 780 unit,” ujar Anies Baswedan.

Dengan kisaran harga cicilan 1.1 – 2.2 juta rupiah per bulan selama 20 tahun, warga sudah bisa mendapatkan rumah untuk tipe studio, 1 kamar maupun 2 kamar. Fasilitas yang tersedia di Rumah DP 0 Rupiah ini juga terbilang lengkap, terdiri dari lift, taman, ruang ibadah, ruang terbuka, parkir penghuni dan layanan bus Transjakarta.

“Seiring dengan tingginya antusiasme warga, maka rencana lokasi hunian layak selanjutnya akan berada di daerah Cilangkap Jakarta Timur,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta memperkenalkan enam jenis Kartu Kesejahteraan dalam dua tahun terakhir. Pertama, adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang memberikan dana pendidikan sebesar Rp 250.000 – Rp 450.000 per bulan, sesuai jenjang pendidikan. Progam ini telah diterima oleh 860.397 siswa di tahun 2019.

Kedua, adalah Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang memberi dana pendidikan bagi mahasiswa sebesar Rp 9juta/semester. Para penerima kartu ini terdiri dari 5.061 mahasiswa di 90 PTN.

Ketiga adalah Kartu Pekerja Jakarta (KPJ). Adapun penerima kartu ini per tahun 2019 adalah 17.934 pekerja. Keempat adalah Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta ( KPDJ ) yang memberikan manfaat finansial sebesar Rp.300.000/bulan dan telah diterima oleh 7.137 orang. Kelima adalah Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) yang memberikan manfaat finansial sebesar Rp.600.000/bulan dan telah diterima oleh 40.419 lansia per tahun 2019.

“Seluruh program yang telah dan akan dijalankan selama dua tahun ini, bertujuan untuk mewujudkan Wajah Baru Jakarta yang berbakti, berhati, berkolaborasi dan merangkul,” pungkas Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com