DKI Bantu Ditlantas Tambah Puluhan Kamera Tilang

DKI Bantu Ditlantas Tambah Puluhan Kamera Tilang
Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memasang 10 kamera baru dekat rambu tilang elektronik. Fitur tersebut dapat mendeteksi pemakaian sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap dan batas kecepatan pengemudi. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Bernadus Wijayaka / BW Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantu Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait pengadaan 45 titik kamera tilang sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) tambahan. Saat ini, sudah ada 12 titik kamera, sehingga nanti akan ada 57 titik kamera yang terpasang.

"Kita ajukan sekitar Rp 60 miliar untuk proyeksi 81 titik kamera. Disetujui Rp 38 miliar dengan proyeksi 57 titik kamera," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir, Kamis (10/10/2019).

Nasir menyampaikan, 12 titik kamera sistem ETLE telah terpasang di Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman. Selanjutnya, akan dipasang 45 titik kamera tambahan sehingga total menjadi 57 titik kamera. Kamera tambahan akan dipasang di kawasan Halim-Cempaka Putih, Rasuna Said-Prof Dr Satrio, Kota Tua-Blok M, hingga Grogol Pancoran.

"Yang sudah ada 12 titik kamera akan menjadi 57 titik kamera," ungkap Nasir.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya telah memberlakukan penindakan hukum menggunakan ETLE, sejak 1 November 2018 lalu. Pelanggar yang tercapture kamera ETLE akan langsung diverifikasi oleh petugas back office di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, untuk memastikan validitas identitas kendaraan dan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Selanjutnya, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan melalui PT Pos atau melalui alamat email dan nomor handphone pelanggar. Proses tersebut akan dilakukan 3 hari setelah terjadinya pelanggaran. Dalam surat konfirmasi akan disertakan foto bukti pelanggaraan.

Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi penerimaan melalui website www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi android ETLE-PMJ. Pemilik kendaraan juga dapat mengirimkan blanko konfirmasi tersebut ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Pelanggar diberikan waktu 5 hari untuk melakukan konfirmasi.

Melalui metode konfirmasi itu, pemilik kendaraan dapat mengklarifikasi siapa yang menjadi subjek pelanggar, termasuk bila kendaraan telah dijual ke pihak lain dan belum dilakukan proses balik nama.

Lalu, pelanggar akan diberikan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran serta kode BRI virtual sebagai kode virtual pembayaran ETLE melalui bank BRI. Selanjutnya, pelanggar diberikan waktu selama 7 hari lagi untuk membayar denda tilang. Jika tidak ada pembayaran akan dilakukan pemblokiran STNK sementara sampai denda tersebut dibayarkan.

Selain pembayaran melalui bank, pelanggar juga bisa mengikuti proses sidang di pengadilan.



Sumber: Suara Pembaruan