PKS Akui Kandidat Wagub DKI Tidak Disukai

PKS Akui Kandidat Wagub DKI Tidak Disukai
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diajukan PKS, Agung Yulianto (kedua kiri), Ahmad Syaikhu (ketiga kiri), dan Abdurrahman Suhaimi (keempat kiri). ( Foto: PKS DKI Jakarta )
Erwin C Sihombing / FER Senin, 23 September 2019 | 19:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PKS DKI mengakui lambannya pemilihan Wagub DKI disebabkan adanya pihak yang tidak menyukai dua kandidat asal PKS yakni, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Padahal, kedua nama tersebut didapat dari uji kelayakan dan kepatutan dan telah disetujui Gerindra sebelum diusulkan oleh Gubernur Anies Baswedan.

"Kami akui ada pihak yang tak setuju dengan dua nama tersebut," kata Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo, di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Baca Juga: DPRD Sepakat Lanjutkan Tatib Pemilihan Wagub DKI

Sekalipun begitu, Syakir berharap, semua fraksi di DPRD DKI mau memberi kesempatan dan menggelar paripurna untuk memilih satu nama dari dua kandidat tersebut. Syakir meyakini keduanya memiliki kompetensi menjadi Wagub DKI.

"Keduanya merupakan kader terbaik PKS yang memiliki kemampuan untuk mendampingi Pak Anies," tegas Syakir.

Ketua Fraksi PKS DKI, Muhammad Arifin, mengatakan, pihaknya mendorong agar DPRD DKI periode 2019-2024 bisa segera memilih kandidat wagub. Salah satu upayanya adalah memasukan proses pemilihan wagub ke dalam tata tertib (tatib) dewan.

Menurut Arifin, jika proses pemilihan wagub masuk dalam tatib maka proses pemilihan tidak lagi mundur. "Tinggal diputuskan saja melalui rapimgab untuk membentuk panitia pemilihan," tuturnya.

Baca Juga: Wacana Penambahan Wagub, Ini Kata Anies

Arifin meyakini jika proses tersebut berjalan mulus maka Desember 2019 kursi Wagub DKI sudah terisi. Sebaliknya jika proses pemilihan dimulai dari awal lagi dengan membentuk pansus baru maka proses pemilihan wagub bakal berjalan alot.

Selain menunggu persetujuan tatib dari Mendagri untuk selanjunya disahkan melalui paripurna, DPRD DKI juga masih menunggu adanya pimpinan definitif. Sejauh ini baru dua fraksi yang telah menyetor tiga nama pimpinan yakni, Gerindra, PKS dan PAN.

Fraksi Golkar berharap PDIP dan Demokrat bisa segera menyetor dua nama pimpinan agar dewan segera memiliki pimpinan definitif. Sebab pimpinan definitif nantinya yang bakal memproses pemilihan wagub dan melantik alat kelengkapan dewan.

"Hargai teman-teman yang lain sehingga agenda partai dan kedewanan bisa berjalan," kata Ketua Fraksi Golkar DKI, Basri Baco.

Baca Juga: PKS Tetap Ajukan Syaikhu dan Agung

Ketua fraksi PDIP DKI, Gembong Warsono, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan nama pimpinan definitif dari PDIP bakal keluar. Sebab hal itu menjadi wewenang DPP PDIP.

Selain itu, lanjut Gembong, yang namanya masuk menjadi bursa calon Ketua DPRD DKI, batasan waktu bagi DPP untuk memutuskan kadernya sebagai pimpinan definitif masih panjang.

"Dalam ketentuan kan sebetulnya masih diberikan waktu satu bulan setelah pelantikan. Jadi masih panjang," kata Gembong Warsono.



Sumber: Suara Pembaruan