Hari Pertama Perluasan Ganjil Genap, Dishub DKI Klaim Volume Kendaraan Turun

Hari Pertama Perluasan Ganjil Genap, Dishub DKI Klaim Volume Kendaraan Turun
Petugas kepolisian menghentikan mobil berpelat nomor genap yang memasuki Jalan Salemba Raya, di Matraman, Jakarta, Senin (9/9/2019). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil-genap. ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 10 September 2019 | 15:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengklaim volume kendaraan bermotor di 25 ruas yang terkena kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor pelat mobil ganjil genap mengalami penurunan.

“Kalau untuk jumlah kendaraan secara pasti, kami sedang melakukan perhitungan. Tetapi kalau persentase, pasti naik. Jika tadinya komposisi mobil itu ada empat mobil dalam jaringan jalan, dengan ganjil genap, anggaplah berkurang proporsinya sama berkurang 50 banding 50. Berarti berkurang dua kan?” kata Syafrin Liputo, Selasa (10/9/2019).

Ia memberikan ilustrasi, jika dalam satu jaringan jalan ada 10 kendaraan bermotor, yang terdiri atas enam motor dan empat mobil. Dengan penerapan perluasan ganjil genap, maka mobil berkurang menjadi dua. Sehingga yang ada di dalam jaringan jalan itu hanya enam motor dan dua mobil.

“Artinya, ada delapan kendaraan bermotor yang tadinya ada 10 kendaraan bermotor. Nah, persentase mobil turun kan. Meski kita belum mendapatkan angka pasti, tetapi prinsipnya kan seharusnya tidak langsung naik 100 motor kan. Memang persentase motor pasti naik karena proporsi mobil di jalan dikurangi,” jelas Syafrin Liputo.

Karena itu, Syafrin Liputo tetap optimistis target penurunan volume kendaraan sebanyak 40 persen di 25 ruas yang diterapkan dalam ganjil genap akan tercapai. Karena berdasarkan hasil evaluasi saat uji coba ganjil genap selama tiga minggu, telah terjadi penurunan volume lalu lintas sekitar 25 persen.

“Ini kan cukup tinggi ya. Seluruh jalanan yang kita uji cobakan kemarin tiga minggu lalu, terjadi penurunan volume kendaraan sebesar 25 persen,” tutur Syafrin Liputo.



Sumber: Suara Pembaruan