Dishub Anggarkan Kembali ERP Tahun 2020

Dishub Anggarkan Kembali ERP Tahun 2020
Syafrin Liputo ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 10 September 2019 | 14:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah mendapatkan rekomendasi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) agar proses lelang jalan berbayar elektronik (electronic road pricing-ERP) diulang, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI langsung membatalkan lelang ERP yang sedang dilakukan.

Kemudian, mencoret anggaran lelang ERP senilai Rp 40,9 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DKI 2019.

Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo membenarkan pembatalan lelang ERP dan mencoret anggaran tersebut dari APBD Perubahan DKI 2019. “Ya betul. Diusulkan untuk dimatikan ada sekitar 10 kegiatan. Termasuk kegiatan lelang ERP,” kata Syafrin Liputo, Selasa (10/9/2019).

Angggaran pelaksanaan ERP, lanjut Syafrin Liputo berada di pos anggaran Unit Pengelola (UP) Sistem Jalan Berbayar Elektronik (SJBE) Dishub DKI. Berdasarkan data di situs web apbd.jakarta.go.id, total anggaran di Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik, yakni Rp 40,9 miliar. Anggaran itu semula dialokasikan untuk berbagai kegiatan teknis.

“Iya di UP SJBE. Betul. Iya dicoret di anggaran 2019,” ujar Syafrin Liputo.

Karena lelang dibatalkan, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan kajian terhadap seluruh dokumen lelang ERP sesuai dengan rekomendasi dari Kejagung. Diharapkan, kajian tersebut dapat dilaksanakan tahun depan. Dengan begitu, pihaknya akan menganggarkan kembali pada APBD DKI 2020.

“Di 2020, kita akan ajukan kembali. Untuk nilai anggarannya nanti ada revisi. Karena disesuaikan dengan kebutuhan kita di 2020,” terang Syafrin Liputo.

Anggaran ERP dalam APBD DKI 2020, menurut Syafrin Liputo, salah satunya untuk melakukan kajian ulang lelang ERP. Dalam melakukan kajian ulang, ia akan mengundang banyak narasumber untuk mendapatkan usulan dan masukan terkait dokumen dan proses lelang ERP.

“Karena kan sesuai legal opinion dari Kejagung, kita harus lakukan kaji ulang terhadap seluruh dokumen yang ada. Jadi sekarang kami sedang mengundang beberapa narasumber kemudian kita diskusikan terhadap seluruh dokumen. Yang kita harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan usulkan ditampung dalam kegiatan 2020,” jelas Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com