Dishub DKI Siapkan 231 Stiker Disabilitas Ganjil Genap

Dishub DKI Siapkan 231 Stiker Disabilitas Ganjil Genap
Petugas Kepolisian Lalu Lintas, Sudinhub, bersama PKB & BBNKB Samsat di Kota Jakarta Utara melakukan penindakan terhadap pengemudi mobil yang melanggar aturan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari Raya, Kecamatan Pademangan, Senin, 9 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta Barus )
Lenny Tristia Tambun / CAH Senin, 9 September 2019 | 14:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI telah menyiapkan 231 stiker Disabilitas. Stiker ini akan menjadi penanda bagi kendaraan bermotor yang mengangkut penumpang penyandang disabilitas.

Sebab, kendaraan tersebut termasuk salah satu yang dikecualikan dalam penerapan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil gepan (gage) yang mulai diterapkan hari ini.

Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo mengatakan hingga saat ini, sudah ada 125 orang mengajukan permohonan untuk mendapatkan stiker tersebut. Untuk mendapatkan stiker disabilitas tersebut, pemohon membuat surat pengajuan kepada Dishub disertai dengan persyaratan administrasi.

“Diantaranya e-KTP yang bersangkutan jika sudah 17 tahun ke atas. Namun jika masih dibawah 17 tahun, maka ada kartu identitas anak, lalu Kartu Keluarga, melampirkan foto atau kondisi yang bersangkutan dan fotokopi STNK yang dimohonkan,” kata Syafrin Liputo, Senin (9/9/2019).

Sebelum diterbitkan stiker itu, petugas Dishub terlebih dahulu akan melakukan survei kepada pemohon. Bila hasil survei menyatakan pemohon memiliki kendala atau hambatan dalam mengakses sistem angkutan umum yang ada di Jakarta, maka stiker khusus tersebut akan diberikan.

“Tapi jika pemohon tidak memiliki kendala fisik dalam mengakses sistem angkutan umum, maka stiker tidak kita berikan. Kenapa demikian, karena sistem angkutan umum Transjakarta saat ini juga sudah memberikan fasilitas terhadap penumpang kaum disabilitas. Sehingga mereka bisa denagn mudah mengaksesnya,” terang Syafrin Liputo.

Untuk mengantisipasi mobil berstiker disabilitas disalahgunakan, Syafrin Liputo menegaskan akan dilakukan penegakan hukum oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Bila nanti mobil berstiker khusus itu terlihat tidak membawa penumpang disabilitas namun melalui ruas penerapan gage, maka tetap akan dikenakan tilang.

“Begitu juga bagi setiap kendaraan yang membawa penumpang disabilitas tetapi tidak ada stiker disabilitas namun melintas di ruas gage, maka tetap akan dianggap melanggar dan dikenakan tilan. Karena dalam aturan, pengecualian diberikan kepada kendaraan yang berstiker disabilitas,” jelas Syafrin Liputo.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi bagi warga Jakarta atau Jabodetabek yang memiliki keterbatasan fisik dalam mengakses sistem angkutan umum, agar segera mengajukan surat pemohonan mendapatkan stiker diasabilitas.

“Permohonannya nanti kita akan proses maksimal tiga hari. Tidak lama bagi kita untuk memberikan persetujuan untuk diberikan stiker tersebut,” ujar Syafrin Liputo.

 



Sumber: BeritaSatu.com