1.250 Personel Dikerahkan untuk Implementasi Perluasan Gage

1.250 Personel Dikerahkan untuk Implementasi Perluasan Gage
Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf melakukan konpers penerapan ganjil genap pada 9 September 2019 di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia )
Lenny Tristia Tambun / MPA Jumat, 6 September 2019 | 19:58 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Mulai Senin (9/9/2019), penegakan hukum kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil dan genap (gage), diterapkan.

Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dan Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengerahkan sebanyak 1.250 personel gabungan untuk penerapan kebijakan tersebut. Dengan rincian, 750 personel dari Ditlantas Polda Metro Jaya dan 500 personel dari Dishub DKI.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan personel yang akan dikerahkan untuk pengawasan dan penegakan hukum perluasan gage, jumlahnya sama pada saat uji coba.

“Sebagaimana uji coba kemarin, kami kerahkan 500 petugas,” kata Syafrin Liputo di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Nanti, seluruh personel akan disebar ke 25 ruas jalan yang terkena aturan perluasan gage di Jakarta. Ia berharap, dengan dukungan personel dari kepolisian, penegakan hukum dapat dilakukan dengan tepat sasaran.

“Yang paling utama adalah kita berharap dari Ditlantas untuk perkuatan terkait dengan penegakan hukum. Karena begitu ada pelanggaran yang berhak melakukan penegakan hukum itu adalah Ditlantas Polda Metro Jaya,” ujar Syafrin Liputo.

Dalam acara yang sama, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf menambahkan pihaknya akan mengerahkan personel untuk penegakan hukum perluasan gage di 25 ruas sebanyak 750 orang.

“Sampai dengan saat ini, sebelum ada perluasan itu kurang lebih 400 personel. Kemudian dengan adanya perluasan ini kita tambah 350 personel. Jadi totalnya adalah 750 orang. Ini termasuk di simpang-simpang yang rutin yang memang petugas ada di sana, ditambah dengan beberapa simpang yang selama ini mungkin petugas disana dalam keadaan temporer saja,” kata Yusuf.

Ditegaskannya, Ditlantas Polda Metro Jaya mendukung penuh implementasi perluasan kebijakan Ganjil Genap ini dengan mengerahkan petugas untuk mengawasi dan melakukan penindakan jika ada yang melanggar.

“Kita sudah sosialisasi pada beberapa stakeholder dan untuk proses penindakan atau pengawasan kita laksanakan mulai tanggal 9 besok.  Kita laksanakan sesuai dengan ketentuan yang sudah ada termasuk lokasi dan waktunya. Terkait jika ada pelanggaran, maka kita laksanakan penindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Yusuf.

Penerapan kebijakan ini, tambah Yusuf, akan didukung dengan pelaksanaan penegakan hukum oleh jajaran Polda Metro Jaya dengan menggunakan E-TLE yang sudah ada maupun secara manual oleh petugas di lapangan.

Peningkatan elektronifikasi penegakan hukum dengan E-TLE juga akan terus dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Polda Metro Jaya demi peningkatan efektivitas dan efisiensi penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas di DKI Jakarta.

Rambu-rambu lalu lintas juga telah terpasang di seluruh koridor penerapan Kebijakan Ganjil Genap sebagai petunjuk bagi masyarakat sebagai penanda di perbatasan menuju masuk koridor penerapan Ganjil Genap sejak masa sosialisasi dan uji coba dilaksanakan.

Dengan demikian terdapat 25 ruas jalan yang akan dikenakan Sistem Ganjil Genap sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030. Waktu pemberlakuan pada Senin – Jumat pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB, tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.



Sumber: BeritaSatu.com