Dishub DKI Tegaskan Revitalisasi Trotoar Utamakan Pejalan Kaki

Dishub DKI Tegaskan Revitalisasi Trotoar Utamakan Pejalan Kaki
Pekerja mengerjakan proyek revitalisasi trotoar di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juli 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Aditya Pradana Putra )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 27 Agustus 2019 | 22:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan revitalisasi trotoar di 31 ruas jalan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, dilakukan dengan mengutamakan pejalan kaki.

“Kriteria pembangunan integrasi fasilitas trotoar yang terhubung dengan transportasi umum massal berorientasi transit,” kata Syafrin Liputo dalam konferensi pers di Taman Sepeda Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).

Seperti, lanjut Syafrin Liputo, konektivitas trotoar dibuat tanpa hambatan, nyaman, dan aman yang didukung dengan adanya jalur tata hijau dan fasilitas penunjang lainnya. "Pejalan kaki harus menjadi prioritas utama dengan cara penyediaan trotoar yang tidak terputus,” ujar Syafrin Liputo.

Kemudian penyediaan peneduh di sepanjang trotoar berupa pohon dan kanopi, serta mempertimbangkan penyediaan ruang bagi aktivitas budaya. “Yang tidak kalah penting, perlu juga diperhitungkan fasilitas untuk para pesepeda,” terang Syafrin Liputo.

Diakuinya, dalam melakukan revitalisasi trotoar di 31 ruas jalan tersebut, pihaknya harus siap mendukungnya dengan skenario manajemen dan rekayasa lalu lintas, penyediaan jalur pedestrian sementara, dan penyediaan informasi.

“Selain itu, kami juga harus siap melakukan pemasangan rambu lalu lintas dan prasarana keselamatan lalu lintas, penyediaan pintu keluar masuk kendaraan proyek, penempatan petugas, pengaturan waktu operasional kendaraan proyek, penentuan persyaratan kendaraan proyek, dan perbaikan prasarana setelah pembangunan, selama revitalisasi trotoar dilakukan,” ungkap Syafrin Liputo.

Adapun 31 ruas jalan yang akan dibangun fasilitas pejalan kaki (revitalisasi trotoar) yang dilaksanakan di sekitar wilayah BRT, LRT dan KCI, sebagai berikut:
1. Jl. Otista, sepanjang 2,5 km
2. Jl. Latumenten, sepanjang 1,8 km
3. Jl. Yos Sudarso, sepanjang 1,8 km
4. Jl. Salemba Raya dan Cikini Raya, sepanjang 4,5 km
5. Jl. Dr. Satrio dan Kemang Raya, sepanjang 3,5 km
6. Jl. Ir. H. Juanda, sepanjang 1,22 km
7. Jl. Tomang Raya, sepanjang 1,85 km
8. Jl. Dewi Sartika, sepanjang 2,2 km
9. Jl. Matraman Raya, sepanjang 2,35 km
10. Jl. Tubagus Angke, sepanjang 3,11 km
11. Jl. Saharjo, sepanjang 1,8 km
12. Jl. RE Martadinata, sepanjang 6 km
13. Jl. Cideng Barat/Timur, sepanjang 2,24 km
14. Jl. Diponegoro, sepanjang 2 km
15. Jl. Gatot Subroto, sepanjang 6,5 km
16. Jl. M. T. Haryono, sepanjang 3,45 km
17. Jl. Rasuna Said, sepanjang 3,56 km
18. Jl. Kayu Putih Raya, sepanjang 2,24 km
19. Jl. Balap Sepeda, sepanjang 0,48 km
20. Jl. Letjen Soeprapto, sepanjang 4,3 km
21. Jl. Usman Harun, sepanjang 0,75 km
22. Jl. Arif Rahman Hakim, sepanjang 1,15 km
23. Jl. Kebon Sirih, sepanjang 1,8 km

Untuk melengkapi fasilitas pejalan kaki yang terbangun, 15 lokasi yang dilaksanakan pembangunan JPO sebagai berikut:
1. JPO Sugiyono (Masjid Al Abidin)
2. JPO Warung Jati Barat (Masjid Assalafiyah)
3. JPO Kyai Caringin (RS Tarakan)
4. JPO Fatmawati (RS Fatmawati)
5. JPO Raya Pasar Minggu (FO Tanjung Barat)
6. JPO Lenteng Agung (FO Lenteng Agung - IISIP)
7. JPO Suryopranoto (Petojo Busway)
8. JPO Pos (Pasar Baru Busway)
9. JPO Tubagus Angke (RPTRA Kalijodo)
10. JPO Bintaro Permai (FO Bintaro Permai)
11. JPO Raya Bekasi (Taman Modern)
12. JPO KH Mas Mansyur (Muhammadiyah)
13. JPO Tubagus Angke (Perdana Kusuma)
14. JPO Saharjo (Menteng Pulo)
15. JPO Jembatan Dua Raya (Arwana IV)



Sumber: BeritaSatu.com