Meski Motor Tak Kena Ganjil Genap, Dishub Optimistis Udara DKI Makin Baik

Meski Motor Tak Kena Ganjil Genap, Dishub Optimistis Udara DKI Makin Baik
Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Casablanca, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Masa uji coba perluasan kawasan ganjil genap di DKI Jakarta berimbas pada kemacetan di sejumlah ruas jalur alternatif. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 21 Agustus 2019 | 11:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Meski sepeda motor tidak dikenakan kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem pelat nomor ganjil dan genap, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI tetap optimistis kualitas udara di DKI Jakarta akan semakin baik dan sehat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan sejak satu pekan dilaksanakannya uji coba kebijakan perluasan ganjil genap, kualitas udara di Jakarta sudah semakin baik.

“Terlihat dari terjadinya penurunan polusi udara yang terdata dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) milik DKI yang berada di beberapa tempat. Terjadi penurunan polusi udara dari 13 hingga 19 persen bila dibandingkan pekan lalu sebelum diterapkan ganjil genap,” kata Syafrin Liputo, Rabu (21/8/2019).

Artinya, terang Syafrin Liputo, meski sepeda motor tidak diterapkan kebijakan perluasan ganjil genap, namun kualitas udara tetap semakin baik sejak uji coba dilakukan selama satu pekan ini.

“Polusi udara turun sekitar 20 persen pada saat diterapkan ganjil dan genap. Itu baik. Kita mampu turunkan polutan tinggi menjadi baik,” ujar Syafrin Liputo.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi pengguna kendaraan roda empat pindah menggunakan sepeda motor, Syafrin Liputo mengimbau para pengguna kendaraan pribadi dapat beralih menggunakan transportasi publik yang sudah disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Untuk memindahkan dari kendaraan pribadi, pemerintah sudah memiliki program JakLingko. Layanannya sudah luar biasa. Kita mengharapkan warga Jakarta menggunakan itu. Kalau merasa kurang dengan layanan angkutan umum, beri tahu kami. Tugas kami untuk memperbaikinya,” tukas Syafrin Liputo.

Seperti diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengklaim kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil genap telah berhasil mengurangi polusi udara.

Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Bundaran Hotel Indonesia tercatat terjadi penurunan rata-rata konsentrasi polutan jenis PM 2.5 sebesar 12 ug/m3. Atau terjadi penurunan sebesar 18,9 persen dibandingkan pekan sebelum penerapan kebijakan tersebut.

Sementara itu, SPKU Kelapa Gading mencatat terjadinya penurunan konsentrasi partikel debu halus berukuran 2.5 mikron atau PM 2.5 sebesar 7,57 ug/m3. Terjadi penurunan sebesar 13,51 persen dibandingkan pekan sebelum penerapan perluasan sistem ganjil genap.

Perluasan penerapan sistem ganjil genap tambahan di 16 ruas jalan di wilayah DKI Jakarta mulai diuji coba sejak Senin, 12 Agustus hingga 6 September 2019. Sebelum perluasan ganjil genap sudah diterapkan di 9 ruas jalan lainnya. Uji coba diterapkan pada Senin-Jumat, mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB. Setelah diuji coba, kebijakan ini rencananya akan dipermanenkan mulai 9 September 2019.



Sumber: BeritaSatu.com